Selasa, 18 Juni 2019 – 10:35 WIB

MPR Gencarkan Sosialisasi 4 Pilar Hingga Pelosok Negeri

Selasa, 19 Maret 2019 – 20:56 WIB
MPR Gencarkan Sosialisasi 4 Pilar Hingga Pelosok Negeri - JPNN.COM

jpnn.com, KUTAI KARTANEGARA - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengakui, dengan jumlah anggota MPR sebanyak 692 orang tidak memadai untuk menjalankan UU. No. 17 Tahun 2014, yang mengamanatkan kepada anggota MPR memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh rakyat Indonesia hingga ke seluruh pelosok desa dan kecamatan.

"Meski demikian, kami mencoba untuk melakukan itu dengan datang ke Kota Bangun ini," papar Mahyudin saat berada di Gedung Serba Guna Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (19/3).

Kota Bangun bila ditempuh dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur, memerlukan waktu sekitar 2,5 jam dan harus melintasi Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara dengan jalan naik, turun, dan berkelok.

Dari faktor seperti ini, wilayah Indonesia yang luas dan jumlah penduduk yang jumlahnya mencapai lebih dari 250 juta jiwa dan tersebar di mana-mana, merupakan tantangan tersendiri bagi anggota MPR untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar.

Untuk itu, Mahyudin berharap agar lembaga yang dibentuk oleh Presiden, yakni Unit Kerja Penguatan dan Pemantapan Ideologi Pancasila, harus segera bekerja dan aktif untuk memantapkan ideologi Pancasila di tengah situasi bangsa seperti saat ini.

Mahyudin melanjutkan, perlu langkah strategis untuk pemantapan ideologi Pancasila secara massif. Cara pemantapan ideologi Pancasila lewat Penataran P4 seperti pada masa lalu, menurutnya bisa dilakukan lagi. "Pelajaran PMP yang diajarkan di sekolah-sekolah seperti pada masa lalu juga bisa ditempuh," katanya.

Pria asal Kalimantan itu mengakui, masyarakat rindu akan penyegaran dan pemantapan ideologi Pancasila seperti yang pernah dilakukan oleh pemerintah pada masa lalu. "Terlihat masyarakat sangat antusias ikut Sosialisasi Empat Pilar," tuturnya.

Dalam acara sosialisasi yang dihadiri ratusan masyarakat Kota Bangun, Mahyudin menyebut bahwa Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. "Bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan suku, bahasa, dan pulau disatukan oleh Pancasila", tuturnya. "Kita bisa bersatu dalam NKRI ya karena ada Pancasila," tambahnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar