Muhammadiyah tak Setuju Masa Jabatan Presiden Ditambah

Muhammadiyah tak Setuju Masa Jabatan Presiden Ditambah
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. FOTO: ANTARA/Rivan Awal Lingga

“Kami menyambut baik apa yang disarankan atau menjadi pemikiran PP Muhammadiyah  bahwa  pemillihan presiden jangan diutak-atik. Harus tetap melalui pemilihan langsung oleh rakyat. Kedua, maksimum dua periode dan dipilih rakyat menjadi catatan penting bagi kami,” ungkap Bamsoet.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan tugas mereka adalah menyelesaikan rekomendasi yang diamanatkan oleh MPR periode 2014-2019 soal amendemen terbatas UUD NRI 1945 yang tidak bahas lain, hanya soal perlunya GBHN.

“Nanti akan kami godok dan kaji lagi mendalam. Kami berterima kasih kepada PP Muhammadiyah yang memberikan pemikiran luar biasa, yang selalu terlibat dalam setiap gerakan pemikiran kebangsaan kita. Apa yang disampaikan sangat berguna,” katanya.  (boy/jpnn) 

Muhammadiyah tetap berpandangan bahwa pelaksanaan pilpres harus secara langsung dan masa jabatan presiden selama dua periode saja.


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News