Munarman Ditangkap, Mabes Polri Kebanjiran Karangan Bunga

Munarman Ditangkap, Mabes Polri Kebanjiran Karangan Bunga
Saat Munarman masuk ke ruangan tahanan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Selasa (27/4) malam. Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mabes Polri kebanjiran karangan bunga sebagai bentuk apresiasi dan dukungan masyarakat terhadap penangkapan terduga teroris Munarman.

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menilai masyarakat Indonesia sangat mendambakan kedamaian dan menolak keras teror dalam segala bentuk.

"Kami melihat itu bagian dari derasnya dukungan dan simpati masyarakat kepada Polri yang menginginkan kamtibmas selalu kondusif dan bebas dari aksi teror," ungkap Edi Hasibuan, Minggu (2/5).

Menurut mantan anggota Kompolnas ini, sangat wajar apabila kini banyak masyarakat menyampaikan rasa simpati dan dukungan lewat karangan bunga kepada Densus 88 Polri untuk tidak pernah ragu melakukan penegakan hukum dengan tegas terhadap siapapun.

Walau Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebutkan sekalipun Munarman mengenal banyak pejabat tinggi negara, kenyataanya Munarman tetap diproses secara hukum dan dilakukan dengan tegas.

"Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kita lihat tidak mengenal kompromi. Siapa saja yang jelas jelas terbukti melanggar hukum apalagi terlibat jaringan teror akan diproses," ujar pakar hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Kepolisian menegaskan penangkapan pengacara Rizieq Shihab, Munarman di kediamannya Selasa sore terkait dugaan sejumlah aksi terorisme.

"Penangkapan saudara M terkait dengan dugaan aksi-aksi terorisme yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (27/4).

Munarman ditangkap Densus 88 pada Selasa (27/4) di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News