Museum Nasional Australia Pamerkan Budaya Islam

Kain sulam dari Uzbekistan, alat musik dari Maroko dan pelana kuda dari Afrika Utara merupakan sebagian dari karya budaya Islam yang kini dipamerkan di National Museum of Australia (NMA) di Canberra.
Pameran bertajuk 'So That You Might Know Each Other: Faith and Culture in Islam' menampilkan benda-benda budaya dari dua museum. Yaitu, Vatican Anima Mundi Museum of World Arts and Cultures serta Sharjah Museum of Islamic Civilisation.
Pameran ini menampilkan lebih dari 100 artefak berharga dari abad ke-18 hingga abad ke-20 dari lebih dari 20 negara.

Direktur NMA Mathew Trinca menjelaskan ini pertama kalinya banyak objek akan dipamerkan di luar museumnya sendiri.
"Banyak benda-benda indah dalam pameran ini dari seluruh dunia Islam," kata Dr Trinca.
"Mereka semuanya merupakan benda-benda yang cukup mempesona," katanya.
Dr Trinca berharap pameran ini akan menginspirasi para penonton untuk "terbuka dan menerima perbedaan".
- Apa Arti Kemenangan Partai Buruh di Pemilu Australia Bagi Diaspora Indonesia?
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Lagi Anthony Albanese
- Mungkinkah Paus Baru Datang dari Negara Non-Katolik?
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina