Demam Emas Kembali Melanda Australia Barat

Demam Emas Kembali Melanda Australia Barat
Tokoh masyarakat Aborigin dari suku Yilka, Harvey Murray (kiri) bersama pimpinan perusahaan tambang Tim Netscher (kanan) dan pimpinan Gold Fields Cheryl Carolus. Foto: ABC News: Jarrod Luca

Musim demam emas atau gold rush kini kembali terjadi di Australia Barat, menyusul dibukanya tambang emas terbesar di negara ini. Endapan emas yang ditemukan beberapa tahun lalu memiliki nilai ratusan juta dolar.

Tambang Gruyere yang berada di tanah Aborigin ini terletak di Gurun Pasir Great Victoria di timur laut kota emas bersejarah Kalgoorlie-Boulder.

Tambang ini ditaksir memiliki kandungan emas bernilai $ 621 juta.

Sebelum ditemukannya kandungan emas di sana pada Oktober 2013, tidak banyak orang percaya bahwa daerah terpencil itu memiliki logam mulia yang sangat besar.

Dengan tersedianya infrastruktur, kawasan di sekitar pertambangan Gruyere pun selama dua tahun terakhir telah tumbuh.

Pembangunan lapangan terbang pun mulai dikerjakan untuk mendatangkan 350 tenaga kerja. Begitu pula kamp penambangan baru dan pipa gas sepanjang 200 kilometer.

Tambang ini dimiliki secara bersama oleh perusahaan Australia Gold Road Resources yang menemukan deposit emas dan perusahaan tambang Afrika Selatan, Gold Fields.

Demam Emas Kembali Melanda Australia Barat Photo: Direktur Utama perusahaan tambang Gold Road Resources, Duncan Gibbs.

 

Musim demam emas atau gold rush kini kembali terjadi di Australia Barat, menyusul dibukanya tambang emas terbesar di negara ini

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News