Muslim di Australia Ini Pernah Terlibat Narkoba, Kini Membantu Memulihkan Para Pecandu

Muslim di Australia Ini Pernah Terlibat Narkoba, Kini Membantu Memulihkan Para Pecandu
Robbie Hamza mengaku menggunakan narkoba bukan saja merugikan tubuhnya sendiri tapi juga membuat orang-orang sekitarnya terganggu. (Supplied)

"Ini bukanlah percakapan yang mau dibicarakan oleh teman-teman mereka atau para imam," ujarnya.

Dalam Islam, penggunaan narkoba, seperti halnya alkohol adalah haram, atau tidak diperbolehkan karena dianggap membawa lebih banyak keburukan ketimbang manfaatnya.

Ada juga anggapan jika Muslim memiliki hubungan spiritual yang kuat dan beribadah setiap hari, jadi dianggap tidak mungkin menggunakan narkoba.

Tapi karena ada anggapan ini, banyak keluarga dengan anggotanya yang pencandu merasa malu jika ada orang lain yang tahu.

Dr Lucy Verwey, seorang psikolog klinis di Melbourne mengatakan seringkali warga Muslim merasa malu jika ada yang menggunakan narkoba.

"Justru jadi bermasalah jika ini tidak dibicarakan secara terbuka, karena mereka yang menghadapi masalah narkoba ini malah jadi tersiksa," ujarnya.

"Stigma ini juga bisa membuat orang-orang yang enggan untuk mengobatinya."

"Ini juga malah membiarkan kesalahpahaman dan penyebaran informasi yang salah [soal narkoba], ketika tidak dibahas secara terbuka dengan mereka yang punya pengetahuan dan pengalaman."

Tidak ada angka pasti seberapa banyak warga Muslim di Australia yang kecanduan narkoba, tapi Robbie Hamza mengatakan jumlahnya

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News