Naik Bus

Oleh Dahlan Iskan

Naik Bus
Dahlan Iskan.

Di ruang itu ada papan digital. Memberitahukan: bus jurusan mana, berangkat jam berapa, di tempat pemberangkatan nomor berapa.

Penumpang tidak perlu berlama mendekat ke tempat pemberangkatan. Dinginnya bukan main. Tunggu saja di dalam. Sambil belanja. Atau minum-minum di kafe. Lihatlah foto terminal bus di Afyon itu.

Naik Bus
Foto: disway.id

Di Amerika terminal busnya kalah. Atau sengaja dikalahkan. Di kota sekecil Afyon terminal busnya nebeng di McDonald. Kalau mau pipis ikut toiletnya McD. Atau tunggu saja di dalam bus.

Di Amerika angkutan bus terasa low class sekali. Di kota besar sekalipun.

Di Turki tidak begitu. Terminal bus terasa untuk kelas menengah. Seperti tidak ada kelas bawah di Turki.

Busnya juga bagus-bagus. Seperti standar bus antar kota di Eropa. Jauh lebih bagus dari Greyhoundnya Amerika. Greyhound itu terasa sekali untuk kelas sangat bawah di Amerika. Yang penumpangnya umumnya kulit hitam.

Ribuan kilometer saya mengalaminya. Tidak lebih 5 orang kulit putih yang naik bus.

Turki tidak menutupi fakta: penduduknya 98 persen Islam. Tapi ideologinya sekuler. Sistem ekonominya neolib.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News