Nasabah Kehilangan Rp 1,5 Miliar, BRI Tak Akan Bertanggung Jawab

Nasabah Kehilangan Rp 1,5 Miliar, BRI Tak Akan Bertanggung Jawab
Kantor Cabang BRI. (ANTARA/Firman)

jpnn.com, BANJARMASIN - BRI Kandangan tidak mengganti uang Rp 1,5 miliar akibat kelalaian nasabah yang dilaporkan hilang di rekening.

Kasus ini sedang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan.

"BRI telah melakukan investigasi atas pengaduan nasabah, yang bersangkutan merupakan korban tindak kejahatan penipuan online atau social engineering," kata Pemimpin Kantor Cabang BRI Kandangan I Nengah Budi Harsana dikutip ANTARA, Selasa.

Dia mengatakan BRI berempati atas hal tersebut. Namun, bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan.

Budi menyatakan BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati dan tidak mengunduh, menginstal, maupun mengakses aplikasi tidak resmi, serta diimbau agar nasabah tetap menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI.

Begitu juga informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, password, OTP dsb.) melalui saluran, tautan atau website dengan sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dengan semakin beragamnya modus penipuan secara digital, BRI juga mengimbau agar nasabah tidak sembarang menginstall aplikasi dengan sumber yang tidak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Data atau informasi dapat dicuri oleh para fraudster apabila masyarakat menginstall aplikasi dengan sumber tidak resmi yang dikirimkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Seorang nasabah BRI bernama Muhammad kehilangan uang di rekeningnya sebanyak Rp 1,5 miliar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News