Nasib Dua Anak Yatim-Piatu setelah Orang Tua Mereka Tewas Diberondong 27 Peluru

Ikut Sembahyangi Jenazah, si Sulung Tak Menangis

Nasib Dua Anak Yatim-Piatu setelah Orang Tua Mereka Tewas Diberondong 27 Peluru
Putri sulung korban penembakan, Latresia, di temani sanak family saat persemayaman di Balai Persemayaman Angsapura, jalan Waja Medan, Rabu (30/3). Foto: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Pasca pembunuhan pada Selasa malam lalu, rumah korban di Jalan Akasia No 50, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, kembali didatangi anggota Puslabfor Polda Sumut. Mereka melakukan olah TKP dan berupaya mencari barang bukti lain yang berguna untuk penyelidikan.  Berdasar pantauan Sumut Pos, warga terus berdatangan ke lokasi. Mereka ingin melihat langsung tempat penembakan itu.

Suwanto, 30, salah seorang tetangga dekat Suwito, menuturkan, dirinya tak mengetahui persis kejadian tersebut. Di mata dia dan sejumlah tetangga, keluarga Suwito termasuk tertutup. "Ya, mereka itu keluarga yang sangat tertutup kepada warga. Karena itu, kami tidak terlalu open setelah kejadian tersebut dan tidak ada warga di sekitar yang berani menolong saat itu," ujarnya. "Kami baru ikut menolong setelah pembantunya berteriak-teriak minta tolong," katanya.

Pria 55 tahun tersebut juga menyatakan bahwa korban jarang berkomunikasi dengan warga dan tetangga. "Korban jarang keluar rumah. Tapi, kalau ada kegiatan, dia memang bersedia membantu warga," ungkapnya. (jpnn/c5/kum)

Tewasnya pasutri Suwito-Dora Halim, pengusaha asal Medan, karena diberondong peluru oleh orang tak dikenal pada Selasa malam lalu (29/3) membuat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News