JPNN.com

Nasib si Putri yang Diajak Ortunya Beraksi di Mapolrestabes

Selasa, 15 Mei 2018 – 07:27 WIB Nasib si Putri yang Diajak Ortunya Beraksi di Mapolrestabes - JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Satu keluarga melakukan aksi bom bunuh diri di depan Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi. Para terduga teroris itu yakni Tri Murtiono (50), Tri Ernawati (43), yang mengajak anaknya yakni M. Amin Murdana (18), dan M. Satria Murdana (14).

Sedang si bungsu Aisyah Putri (7), terpental dan selamat. Mereka merupakan keluarga yang tinggal di kawasan Krukah Selatan 11B, Ngagelrejo, Wonokromo.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, menjelaskan saat ini Aisyah Putri masih dalam kondisi shock. Saat ini, dia dirawat di RS Bhayangkara, Polda Jatim. “Masih di sini, sekarang, masih dalam perawatan intensif kami,” ucapnya.

Ada beberapa luka yang dia derita. Ini didapatnya setelah terlempar hampir 3 meter ke udara akibat hempasan bom. Luka-lukanya antara lain, memar di beberapa bagian tubuhnya.

BACA JUGA: Suami Terduga Teroris Dijemput Densus 88 di Kantornya

Saat ini bocah tersebut mengalami guncangan psikologis karena melihat orang tua, dan kedua kakaknya, meninggal dunia. “Kami sudah melakukan pendampingan terhadap korban, sekaligus dua pelaku selamat yang ada di pengeboman di Sepanjang juga,” tegas perwira dengan tiga melati di pundak itu.

Sebab, Barung menjelaskan, ketiga pelaku selamat itu merupakan saksi kunci kasus terorisme ini. Tentang kasus pengeboman yang ada akhir-akhir ini. Namun, karena masih kecil, pendekatan harus dilakukan secara hati-hati. Agar tidak, membekaskan trauma yang lebih dalam lagi.

“Akan kami informasikan lebih lanjut, jika ada perkembangan,” imbuh mantan Kabidhumas Polda Sulsel tersebut. (mir/bin)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...