Negara Tak Urus Cabai

Negara Tak Urus Cabai
Negara Tak Urus Cabai
Sebetulnya, produk cabai nasional mencapai 1,19 juta ton. Kebutuhan domestik 1,22 juta ton. Defisit hanya sedikit, yaitu 20.919 ribu ton. Tak terlalu gawat. Bahkan, data lain menyebutkan produksi nasional mencapai 1,3 juta ton pada 2010, dan akan di-drive menjadi 1,45 juta ton pada 2011.

Namun kesenjangan produksi oleh musim penghujan membuat peluang spekulasi menganga lebar. Pedagang selalu diatur oleh untung, dan sudah merupakan etos seluruh pebinis di kolong langit ini. Mereka tak perlu rapat, seperti sidang kabinet atau antarinstansi di propinsi yang terlalu birokratis.

Apalagi semua pulau di Indonesia terbuka dengan negara lain, sehingga tak mustahil produksi cabai dikirim ke Malaysia, atau menyeberang lintas perbatasan di Kalimantan Barat ketika harga lebih tinggi.

Saya membayangkan jika gejala kesenjangan produksi terjadi akibat musim penghujan, maka antar sesama Pemda di Indonesia segera bertindak bagai pedagang. Segera beli cabai dari daerah surplus, dengan dana pemerintah, tapi harganya normal, dan lempar ke daerah minus dengan harga pantas.

PEMERINTAHAN kita makin gemar melakoni pepatah orang Minangkabau. Habis cakak, takana silek. Usai berkelahi, teringat jurus silat. Apa gunanya lagi,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News