Nelayan Halmahera: Jangan Sampai Kami Tak Dapat Bantuan Gegara Pemilu Mahal

Nelayan Halmahera: Jangan Sampai Kami Tak Dapat Bantuan Gegara Pemilu Mahal
Perwakilan Nelayan di Kecamatan Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara mengkriti anggaran pemilu yang mencapai Rp 110,4 triliun, Selasa (19/4). Foto: Nelayan Halmahera

“Seolah kesulitan rakyat tidak ada artinya,” ujar Jufri.

Jhoni Mawire, perwakilan nelayan Nusliko, Halmahera Tengah, Maluku Utara mengingatkan pemerintah untuk memerhatikan penderitaan masyarakat.

“Ratusan triliun rupiah buat pemilu rasanya percuma. Dorang (mereka) tidak memikirkan kami di bawah yang menderita. Cari makan saja susah,” kata Jhoni Mawire (41) di Halmahera Tengah.

Menurut dia, daripada dialokasikan semua untuk pemilu lebih baik pemerintah memangkas anggaran tersebut untuk membantu para nelayan.

Sebab, lanjut Jhoni, sudah lama kehidupan nelayan di wilayahnya dalam kondisi mengkhawatirkan.

Di samping terdampak pandemi, menurut Jhoni, faktor sarana dan prasarana, juga cuaca serta kondisi lingkungan yang buruk membuat nelayan makin sulit mendapat ikan.

“Dulu, kami bisa mengail sekitar pantai, pakai sampan dapat banyak. Sekarang mana bisa, harus jauh ke laut (dalam),” ungkapnya.

Dia mengatakan aktivitas pertambangan dan indutri nikel ditengarai telah menyebabkan wilayah tangkap ikan kian menyusut. Beberapa perairan di tepi pantai menjadi keruh bahkan tercemar oleh limbah.

Jufri Laudi (35), salah seorang nelayan menilai anggaran untuk bantuan nelayan lebih mendesak disiapkan pemerintah ketimbang anggaran pemilu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News