Nembak Oke, Ngajari Nembak Mau

Libatkan Anak sebelum Promosi

Nembak Oke, Ngajari Nembak Mau
JENDERAL WANITA: Brigjen Sri Parmini saat ditemui di kantornya pekan lalu. Foto: Agung Putu Iskandar. Foto: Agung Putu Iskandar/Jawa Pos
Menurut Sri, mengelola rumah tangga sembari jadi jenderal susah-susah gampang. Yang penting, papar dia, selalu melibatkan keluarga sebelum mengambil keputusan. Terutama, kedua anaknya.

Ketika dipilih menjadi segelintir orang yang harus menjalani pendidikan di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung pada 1995-1996, Sri membicarakannya dengan dua buah hatinya, Ratih dan Arif. Dia mengatakan kepada mereka bahwa dirinya hanya ada di rumah saat akhir pekan. Sri sangat khawatir saat itu. Sebab, Ratih masih berusia sepuluh tahun, sedangkan Arif baru berumur enam tahun waktu itu. "Itu saat-saat terberat menjadi ibu dan mengabdi kepada negara. Tapi syukur, anak-anak bisa mengerti," ucap dia.

Begitu pula ketika jadi komandan Pusdik Kowad di Bandung. Itu lebih berat lagi. Sebab, dia harus berada di Bandung mulai Senin hingga Jumat. Kalau tugas di Seskoad hanya setahun, di Kowad harus dijalani empat tahun.

Namun, karena anak-anaknya sudah lumayan dewasa, Sri tak terlalu mengkhawatirkan mereka. Malah, ketika hendak meminta persetujuan jagoan ciliknya, dia ditantang balik. "Nggak apa-apa kok, Bu. Yang penting, Sabtu dan Minggu ibu di rumah, kan" Adik sudah biasa, kok," ujarnya, menirukan ucapan anak ragilnya, Arif. (aga/c11/iro)


PERWIRA pria yang berpangkat jenderal mungkin biasa. Jumlahnya sudah berjibun di korps militer maupun kepolisian. Tapi, wanita berpangkat jenderal,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News