Neno Warisman Dilapor, Gerindra: Strategi Alihkan Perhatian

Neno Warisman Dilapor, Gerindra: Strategi Alihkan Perhatian
Neno Warisman. Foto: Instagram

jpnn.com, JAKARTA - Partai Gerindra tidak kaget dengan aksi pendukung Jokowi yang melaporkan politisi PKS Mardani Ali Sera, Isa Anshari dan salah seorang aktivis gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman ke polisi.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco, langkah hukum yang ditempuh pendukung Jokowi merupakan strategi dan upaya memecah konsentrasi kubu Prabowo Subianto.

"Itu bagian dari strategi mereka untuk alihkan perhatian," kata Sufmi kepada para pengacara yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) seperti yang dilansir RMOL (Jawa Pos Group).

Lihat: Emak Militan Jokowi Polisikan Mardani Ali dan Neno Warisman

Karenanya Sufmi meminta relawan ACTA tidak pecah konsentrasi. Dia memperkirakan laporan terhadap Mardani Ali Sera dan Neno Warisman bukan upaya satu-satunya yang akan dilakukan kubu Jokowi mengganggu pemenangan Prabowo.

"Nanti ada strategi-strategi lain yang mereka lakukan dan buat kita tidak fokus. Kita gak boleh kalah oleh kecurangan," tegas Sufmi.

Mardani dan Neno dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ketua Umum Relawan Emak Militan Jokowi Indonesia (EMJI) Djati Erna Sahara dengan tuduhan ujaran kebencian (hate speech).

Barang bukti untuk memperkuat laporan yang dibawa Djati berupa video yang menampilkan kampanye #2019gantipresiden pada tanggal 6 Mei 2018 saat kampanye di Monas serta tanggal 29 Juli 2018 saat kampanye di kota Batam.

Neno Warisman kini berstatus sebagai terlapor atas dugaan ujaran kebencian oleh Emak Militan Jokowi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News