Jumat, 21 Juni 2019 – 06:53 WIB

Ngopi Bareng Milenial, Semakin Pahit Kian Nikmat

Sabtu, 23 Februari 2019 – 07:05 WIB
Ngopi Bareng Milenial, Semakin Pahit Kian Nikmat - JPNN.COM

jpnn.com - Mengisi malam yang dingin di Kota Bandung, Jawa Barat, bisa dilakukan dengan ngopi bareng teman-teman sejawat. Selain bersantai, ngopi bareng juga bisa memunculkan kreativitas, inspirasi, dan ajang mengeluarkan serta menyalurkan ide dan gagasan.

M. KUSDHARMADI - Bandung

SEBUAH Sebuah warung kopi, Sinopis Creative Space di bilangan Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2) malam, itu terlihat ramai. Halaman sebuah bangunan berisi meja dan kursi. Lantainya pun diisi bebatuan.

Dari balik pagar besi, terlihat dari kejauhan sejumlah anak muda yang belakangan beken dengan sebutan kaum milenial terlihat asyik duduk bercengkrama. Ya duduk sambil minum kopi.

Ngopi bareng tepatnya. Sembari menikmati malam di kota kembang. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan rombongan dari Jakarta juga tidak mau ketinggalan. Mereka bergabung bersama dengan para anak muda yang merupakan para sinopsis tersebut. Diskusi sambil ngopi.

Sejumlah tokoh juga tampak hadir. Antara lain Ketua DPD PDIP TB Hasanuddin, Tim Kampanye Kiai Ma'ruf Amin, Habib Soleh Almuhdar, politikus muda PDIP Ramond Dony Adam, serta para pecinta kopi. Asyik membaur. Menikmati kopi sambil berdiskusi yang dipandu seorang sinopsis yang juga pelukis Edrike Joosencia atau Keke.

Salah satu narasumber yang juga pecinta kopi, Ketut mengatakan, di Bandung sekarang ini hampir setiap tikungan ada kedai kopi. "Kedai tentang kopi juga banyak di Bandung. Kami ingin kopi menjadi perhatian, mulai petani, roaster, pekerja maupun penikmatnya," ujar Ketut.

Salah satu pecinta kopi Fery atau karib disapa Kang Fey, lebih detail menjelaskan soal kopi. Menurut dia, memang kedai kopi sudah sangat menjamur di Kota Bandung, ini. "Kalau secara angka memang agak sulit dihitung, tapi kata teman-teman sinopis ada sekitar 500 kedai kopi di Bandung," ujar Kang Fey.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar