NU-SBY Saling Puji

Presiden: Manfaatkan Program Pro Rakyat buat Warga Nahdliyin

NU-SBY Saling Puji
NU-SBY Saling Puji
Dalam kondisi itu, persatuan dan kebersamaan menjadi hal yang penting. ”Saya senang dengan sikap dan pandangan NU, kita harus semakin bersatu, bukan membuat politik makin tidak stabil, situasi makin panas, apalagi kita terpecah-belah dan saling bermusuhan satu sama lain,” papar SBY.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Said Aqil tidak hanya menyampaikan komitmen NU terhadap pemerintah dan bangsa Indonesia. Dia juga memuji kepemimpinan pemerintahan SBY. Misalnya keberhasilan Indonesia melewati krisis global tahun 2008 lalu.

Said menegaskan posisi NU yang mendukung Indonesia sebagai negara kebangsaan. ”Tidak pernah terlintas di benak para ulama untuk mengubah dasar negara. Indonesia bukan negara agama, bukan negara etnik tapi negara kebangsaan,” katanya.

Sedikit berbeda dengan Said Aqil, Wakil Rais Am KH Mushtofa Bishri dalam doanya justru lebih banyak menyebutkan sejumlah persoalan yang mendera bangsa Indonesia, dewasa ini. ”Ya Allah, lindungi kami dari korupsi, kemiskinan, ataupun hal-hal yang remeh-temeh seperti jabatan dan kepentingan-kepentingan sesaat yang dapat menyengsarakan kami,” salah satu doa yang disampaikan Gus Mus. (fal/did/dyn)

JAKARTA – Kiprah Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjalanan bangsa Indonesia mendapat penilaian positif dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News