Selasa, 23 Juli 2019 – 04:03 WIB

NU Sumbar Bela Thariqat dari Tudingan Sesat

Minggu, 27 Februari 2011 – 09:29 WIB
NU Sumbar Bela Thariqat dari Tudingan Sesat - JPNN.COM

PADANG - Jamaah Thariqat Mu"tabarah An-Nahdiyah, termasuk di dalamnya Thariqat Naqsyabandiyah, Syatariyah, Samaniyah dan lainnya yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU) diminta tetap tenang dan konsisten dalam menjalankan ubudiyah dan pengamalan thariqat. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua PW NU Sumbar, DR Dasril, kemarin, di hadapan pengurus dan jamaah nahdliyin pada acara Lailatul Ijtima" di kediaman Rais Syuriah PWNU Sumbar, Prof Asasriwarni di Perumahan Mutiara Putih, Kecamatan Kototangah, Padang.

Penegasan ini merupakan respons NU terhadap pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu yang mengatakan Thariqat Naqsabandiyah banyak yang bertentangan dengan Al Qur"an dan Sunnah Rasululllah. Malam lailatul ijtima" dengan zikir dipimpin Wakil Rais Syuriah, Kiai Syirathal Mustaqim. Sementara tausyiah disampaikan Ketua Lembaga PW Bahsul Masail NU Sumbar, Prof Makmur Syarif. Hadir juga, jajaran syuriah Zamhar Baheram.

Sementara dari tanfidziyah, hadir Ketua Khusnun Aziz, Sekretaris Husni Kamil Manik, Wakil Ketua Ahmad Wira, Darmansyah, Syafruddin, dan Azwandi Rahman dan wakil sekretaris Armaidi Tanjung serta Bukari dan Ketua Pembina PW GP Ansor Sumbar, Prof Duski Samad.

Menurut Dasril, NU Sumbar akan berada di garis depan dalam membela keberadaan Thariqat Mu"tabarah An Nahdliyah yang di dalamnya termasuk Thariqat Naqsabandiyah dan Satariyah. "Alasannya, karena thariqat merupakan mutiara Islam yang perlu dihidupkan di tengah-tengah masyarakat. Tasawuf dan thariqat memang hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang menempuh perjalanan berthariqat," kata Dasril yang juga Dosen di Universitas Negeri Padang (UNP) itu.

Dasril mengungkapkan, banyak khalifah dan mursyid thariqat yang menghubunginya via handphone. Mereka mempertanyakan apa yang harus dilakukan untuk merespons kemungkinan masyarakat luas menyamakan Tariqat Naqsabandiyah yang bernaung di bawah NU dan di luar NU. 

Pernyataan ini diharapkan dapat menenangkan jamaah thariqat. Dikatakan Dasril, yang dapat memahami dan mengerti masalah thariqat itu hanyalah orang yang berthariqat.

"Jadi wajar saja ada penilaian miring terhadap orang yang berthariqat oleh pihak yang tidak berthariqat. Wajar mereka bilang thariqat itu sesat karena mereka bukan orang yang berthariqat," ujarnya.

Menurut Dasril, thariqat justru perlu dihidupkan dalam kehidupan beragama Islam. Karena berthariqat membuat orang lebih santun, menghargai guru, merasa dekat dengan Allah dan menikmati kedekatan tersebut. Melalui thariqat, manusia merasa takut berbuat salah dan sudah pasti tidak bertindak anarkis.

"NU Sumbar memberikan perhatian khusus terhadap thariqat Mu"tabarah An-Nahdliyah. Sehingga sudah dua kali NU Sumbar menyelenggarakan Muzakarah Thariqat Mu"tabarah. Pertama, November 2010 di Pangeran Beach Hotel Padang. Kedua, Januari lalu di Gedung Tri Arga Bukittinggi dan dihadiri Menag RI Suryadarma Ali," ungkapnya. (geb)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar