Obama dan Ban Ki-Moon Bicarakan Reformasi PBB

Obama dan Ban Ki-Moon Bicarakan Reformasi PBB
Obama dan Ban Ki-Moon Bicarakan Reformasi PBB
WASHINGTON - Seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu agar Amerika Serikat (AS) lebih kooperatif disambut positif Barack Obama. Rabu lalu (19/11) presiden terpilih AS itu menelepon Sekjen PBB Ban Ki-moon dan keduanya terlibat pembicaraan yang cukup serius.

Dalam kesempatan itu, Obama mendesak Ban untuk lebih serius melakukan reformasi. Salah satu caranya ialah memperluas target reformasi tersebut ke badan-badan PBB yang tersebar di seluruh dunia. Dengan demikian, organisasi terbesar dunia tersebut bisa lebih lincah menyelesaikan masalah-masalah global yang belakangan berkembang menjadi kian pelik. Misalnya, krisis ekonomi, kekurangan pangan, dan global warming.

Tapi, presiden kulit hitam pertama AS itu juga menyatakan kesediaannya untuk menjalin hubungan yang lebih intensif dengan PBB. ''Lewat pembicaraan telepon itu, Obama berkata kepada Ban Ki-moon bahwa AS seharusnya memang mengabdi kembali pada organisasi tersebut dan juga mengemban seluruh misi-misinya," papar Jubir Kepala Keamanan Nasional AS Brook Anderson, seperti dilansir The Associated Press.

Ban, yang waktu itu baru saja pulang dari perjalanan dinasnya ke Swiss, menyambut baik niat Obama tersebut. Dia juga menerima dengan terbuka saran pemimpin 47 tahun tersebut. ''Keduanya membahas cara-cara untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dunia saat ini. Bukan hanya isu regional, tapi juga global. Selain itu, mereka juga membicarakan upaya untuk mempererat hubungan AS dan PBB,'' lapor Jubir PBB Michele Montas dalam laporan tertulisnya.

WASHINGTON - Seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu agar Amerika Serikat (AS) lebih kooperatif disambut positif Barack Obama. Rabu lalu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News