Omicron dan Nataru

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Omicron dan Nataru
Ilustrasi tes usap. Foto: Ricardo/JPNN.com

Putaran ekonomi yang besar selama liburan Nataru membuat pemerintah berani melakukan pelonggaran. Keputusan ini berisiko karena spekulatif. Beberapa negara yang sudah mempunyai level vaksinasi lebih tinggi dari Indonesia tetap melakukan pembatasan, tetapi Indonesia memilih pelonggaran.

Nada protes bermunculan dari banyak netizen. Banyak yang menganggap keputusan ini diskriminatif karena dua kali Lebaran terakhir pemerintah dengan keras menerapkan PPKM level tinggi disertai aturan larangan mudik yang diterapkan dengan keras.

Giliran Natal dan Tahun Baru pembatasan level tinggi dibatalkan dan diganti dengan pembatasan yang sangat longgar. Cara pendekatan yang berbeda ini memunculkan kembali banyak teori konspirasi. Kali ini mengaitkan kemunculan virus Omicron dengan strategi Yahudi untuk melemahkan Islam.

Sejak virus Covid-19 muncul dua tahun yang lalu sudah terjadi kecurigaan bahwa virus ini buatan laboratorium di China, sebagai bagian dari perang biologi untuk menguasai dunia. China yang menjadi tertuduh balas menuduh Amerika sebagai biang kemunculan virus, dan dengan senjaga menyebarkannya ke China.

Dunia lintang pukang selama dua tahun pandemi. Namun, wilayah Afrika relatif tenang-tenang saja. Masyarakat Afrika seolah-olah tidak mempan oleh varian virus Covid-19, termasuk varian delta yang sangat ganas.

Masyarakat Afrika sudah mempunyai kekebalan fisik dan kekebalan komunitas yang sangat tinggi, karena selama ini Afrika sudah berkali-kali dihajar oleh berbagai macam virus ganas mulai dari virus HIV penyebab AIDS, virus Ebola yang mematikan, dan virus-virus ganas lainnya.

Karena itu kemudian ada rekayasa untuk menciptakan varian baru yang disebut berasal dari Afrika. Maka, muncullah varian Omicron yang disebut bermutasi dari Afrika dan punya daya sengat yang jauh lebih tajam.

Teori konspirasi berkembang liar. Salah satunya menyebut bahwa ‘’Variant Omicron’’ sudah dipersiapkan sejak 1963 dan yang membawa penyakit itu adalah makhluk alien dari luar angkasa. Setidaknya hal itu sudah diceritakan dalam sebuah film dengan judul ‘’Variant Omicron’’ produksi Italia.

Konon Variant Omicron sudah dipersiapkan sejak 1963 dan yang membawa penyakit itu adalah makhluk alien dari luar angkasa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News