Optimis Ikan Indonesia Laku di ACFTA

Optimis Ikan Indonesia Laku di ACFTA
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Foto : Dokumentasi Kementrian Kelautan dan Perikanan.
JAKARTA - Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) sudah menghadang Indonesia di depan mata. Banyak kalangan pesimis Indonesia mampu bersaing dengan banjirnya barang impor. Namun Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, mengaku tetap optimis ACFTA tidak akan mempengaruhi sektor yang digawanginya.

      

Kepada wartawan di sela-sela pembukaan Agrinex 2010 di Jakarta Convention Center, Jumat (12/3), Fadel mengatakan, komoditi perikanan hingga saat ini masih menjadi komoditi yang sangat kompetitif. "Komoditi ini masih layak jual dan kompetitif. Sekarang yang saya pikirkan bukan hanya bagaimana menjual keluar, tapi yang lebih difokuskan adalah bagaimana membenahi dulu yang didalam. Sekarang yang kita inginkan adalah bagaimana kita murah menjualnya keluar," kata Fadel.

      

Lebih lanjut mantan Gubernur Gorontalo itu mengatakan, bila dibandingkan dengan China yang saat ini menjadi negara penghasil dan negara pengekspor hasil kelautan terbesar didunia, Indonesia tidak kalah bersaing. Justru sebaliknya, Indonesia menjadi negara dengan potensi perikanan dan kelautan yang fantastis di dunia.

      

"Garis panjang pantai China hanya 32 ribu Km, sedangkan Indonesia  92 ribu Km. Laut dangkal mereka hanya 42 juta hektar, kita punya ratusan juta hektar. China cuma punya 500 sungai, kita punya hampir jutaan sungai dan danau. Dari segi potensi, kita sangat kaya. Hanya tinggal bagaimana mengaturnya," kata Fadel.

      

JAKARTA - Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) sudah menghadang Indonesia di depan mata. Banyak kalangan pesimis Indonesia mampu bersaing dengan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News