Pak Kapolri, Kombes Budhi dan Brigjen Hendra Layak Dinonaktifkan

Pak Kapolri, Kombes Budhi dan Brigjen Hendra Layak Dinonaktifkan
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan kronologis baku tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo, Selasa (12/7). Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menilai Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto dan Karopaminal Brigjen Hendra Kurniawan memang layak dinonaktifkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kedua, pejabat Polri itu dianggap paling bertanggung jawab dalam penanganan kasus baku tembak antarpolisi di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7) lalu.

Menurut Bambang, Kombes Budhi dan Brigjen Hendra diduga kuat mengalangi proses hukum sehingga menjadi tidak transparan.

"Terindikasi melakukan obstruction of justice terhadap penyelidikan yang transparan dan akuntabel," kata peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) itu melalui layanan pesan, Selasa (19/7).

Diketahui, dua anggota yang terlibat baku tembak di kediaman Irjen Ferdy Sambo ialah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan Bharada E.

Brigadir J tewas dari peristiwa baku tembak, sedangkan Bharada E diamankan setelah kejadian dan kini menjadi saksi pelapor.

Bambang kemudian membeberkan indikasi Kombes Budhi mengalangi proses hukum yang transparan.

Misalnya, alumnus Akpol 1996 itu tidak pernah menghadirkan tersangka penembak Brigadir J, meskipun dirinya menjadi pemimpin tim penyelidikan saat awal kasus terungkap.

Bambang Rukminto menyebut Kombes Budhi dan Brigjen Hendra Kurniawan memang layak dinonaktifkan, karena diduga mengalangi proses hukum sehingga...

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News