Pak Karno Sudah Sepuh, Datang dari Jauh demi Mendoakan Ganjar Jadi Penerus Jokowi

Pak Karno Sudah Sepuh, Datang dari Jauh demi Mendoakan Ganjar Jadi Penerus Jokowi
Soekarno alias Pak Karno, ketua PAC PDIP Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, NTB, berjabat tangan dengan bakal capres untuk Pilpres 2024 Ganjar Pranowo di Mataram, Minggu (18/6). Foto: supplied

jpnn.com, MATARAM - Safari politik bakal capres untuk Pemilu 2024 Ganjar Pranowo di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (18/6) disemarakkan dengan kehadiran Soekarno.

Pak Karno -panggilan akrabnya- datang ke Mataram demi menemui dan mendoakan gubernur ke-15 Jawa Tengah itu menjadi penerus Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kursi kepresidenan.

Memang Pak Karno yang mendoakan Ganjar itu bukan Presiden Pertama RI Bung Karno. Pak Karno adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sumbawa.

Ganjar dan Pak Karno bertemu di acara Konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP NTB di Mataram. Awalnya Ganjar berpidato di acara itu.

Di tengah pidato itu, Ganjar memanggil nama Pak Karno yang saat ini memimpin Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Lunyuk, Sumbawa.

Para kader PDIP di NTB mengenal Pak Karno yang sudah sepuh itu sebagai sosok nasionalis dan marhaenis.

"Pak Karno, sini, Pak Karno," kata Ganjar kepada pria sepuh yang duduk di antara ratusan kader PDIP di pertemuan konsolidasi itu.

Pak Karno pun naik ke panggung. Ganjar lantas menanyakan usia lawan bicaranya.

Pak Karno datang ke Mataram demi menemui dan mendoakan Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI selanjutnya dan menggaungkan ajaran Bung Karno.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News