Pak Menag Alumnus Pesantren, Kok Analoginya soal Azan Begitu?

Pak Menag Alumnus Pesantren, Kok Analoginya soal Azan Begitu?
Ketua Fraksi PAN di DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto: Arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Fraksi PAN di DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tentang analogi suara azan yang bersahutan dengan gonggongan anjing bisa melukai perasaan umat Islam.

Menurut Saleh, banyak pihak yang mempersoalkan pernyataan menteri yang kondang dengan panggilan Gus Yaqut itu.

"Masyarakat telah bereaksi, malah di media sosial dibahas dengan beragam komentar miring," kata Saleh, Kamis (24/2).

Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu mengatakan suara azan adalah seruan dan ajakan untuk melaksanakan salat.

"Orang yang tidak salat saja, masih menghormati azan. Ada banyak kegiatan dan aktivitas yang sengaja dihentikan sementara ketika suara azan berkumandang," kata Saleh.

Oleh karena itu, Saleh merasa heran dengan pernyataan Menag Yaqut. Sebagai alumnus pesantren, menteri asal Rambang, Jawa Tengah, itu tidak sepatutnya membandingkan azan dengan gonggongan anjing.

"Menteri agama, kan, santri, kenapa malah membandingkan panggilan salat tersebut dengan gonggongan anjing?" kata Saleh.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan kebijakannya tentang pengaturan penggunaan pelantang suara di masjid yang menuai protes. 

Ketua Fraksi PAN di DPR RI Saleh Partaonan Daulay merasa heran dengan pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas soal suara azan dan gonggongan anjing.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News