Pakar: Indonesia Membutuhkan Pemimpin yang Paham Politik dan Ekonomi Global

Pakar: Indonesia Membutuhkan Pemimpin yang Paham Politik dan Ekonomi Global
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis kemitraan Indonesia dan Inggris akan beri manfaat yang lebih besar. Dia mengatakan itu pada The United Kingdom King's Birthday Reception di Jakarta, Rabu (7/6/2023). Foto: Ist.

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Mudiyati Rahmatunnisa mengatakan Calon Presiden (Capres) ke depan harus memiliki pemahaman politik dan ekonomi global.

Ia menilai di tengah ketidakpastian situasi global di masa mendatang, sangat penting memiliki pemimpin yang paham betul situasi politik tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri.

"Jangan sampai kita negara besar hanya sebagai objek negara-negara luar. Jadi memang sangat penting sekali untuk kemudian memiliki pemimpin yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk ikut serta menentukan proses-proses yang berlangsung di kancah global," kata Mudiyati saat dihubungi wartawan, Rabu (14/6).

Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad ini menilai keberhasilan pemeritahan Joko Widodo dalam menyelenggarakan Presidensi G20 menjadi sebuah standar cukup tinggi untuk pemimpin indonesia berikutnya.

Menurutnya pemimpin Indonesia selanjutnya harus bisa bisa berkiprah penting dan ikut menjadi pengendali dari proses politik serta ekonomi di kancah global.

"Saya tidak akan spesifik tentunya menyebutkan kandidat karena sekarang masih dinamis," ujarnya.

"Saya pikir kandidat-kandidat yang sekarang digadang-gadang siapapun ya menurut saya adalah politisi-politiai ulung yang punya kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni dan sangat paham dengan situasi politik tidak hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri," pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian yang juga digadang-gadang sebagak capres dari Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyampaikan penolakannya terhadap peraturan baru European Union (EU) atau EU Deforestation Regulation (EUDR) yang ditujukan untuk mengekang deforestasi global.

Pemimpin Indonesia selanjutnya harus bisa bisa berkiprah penting dan ikut menjadi pengendali dari proses politik serta ekonomi di kancah global

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News