Pakar Sosiologi Unair Komentari Penangkapan Penendang Sesajen di Gunung Semeru, Begini Katanya

Pakar Sosiologi Unair Komentari Penangkapan Penendang Sesajen di Gunung Semeru, Begini Katanya
Pakar Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) Prof Bagong Suyanto mengomentari kasus pembuangan sesajen di Gunung Semeru. Foto: Dok. Pribadi Prof Bagong

“Kejadian itu bisa menjadi pelajaran bersama,” tutur dia.

Prof Bagong mengatakan masyarakat boleh mempercayai dan mengimani suatu keyakinan. Akan tetapi, mereka juga tak perlu menyalahkan atau merendahkan yang lain.

“Cukup dirasakan sendiri tanpa menyinggung keyakinan lain. Jadi, masyarakat harus betul-betul memahami bahwa kita hidup di lingkungan yang beraneka ragam,” ucap dia.

Oleh karena itu, saat menilai kelompok yang berbeda, jangan sampai memakai pemahaman dan ukuran diri sendiri.

Baca Juga: Seusai Keliling Surabaya, Sejoli Nginap di Hotel, Baru Sebentar Si Cewek Malah Kabur, Ternyata

“Kita harus berempati dan bertoleransi. Kuncinya, memahami serta menerima segala bentuk perbedaan,” ucap Prof Bagong. (mcr12/jpnn)

Pakar Sosiologi Universitas Airlangga (Unair), Prof Bagong Suyanto memberikan pandangannya terkait penangkapan Hadfana Firdaus, penendang sesajen di Gunung Semeru.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News