Palestine Youth Orchestra Melawan Lewat Seni

Palestine Youth Orchestra Melawan Lewat Seni
Palestine Youth Orchestra. Foto: Al Jazeera

''Karena itu, saya mengundang mereka untuk membentuk orkestra. Di mana pun kami, jika kamu keturunan Palestina dan musisi, ini adalah alamatmu,'' ungkapnya.

Seiring waktu, standar PYO mulai berubah. Mereka menerima musisi keturunan etnis Arab berusia 14-26 tahun. Misi mereka satu, menunjukkan kepada dunia bahwa Palestina bukanlah negara terbelakang dan primitif. ''Ketika Palestina disebut, kata yang muncul adalah pendudukan dan orang yang kurang mampu. PYO membuktikan bahwa kami adalah negara yang kuat, kreatif, dan indah,'' imbuh Nai.

Khoury tak punya target jangka pendek atau pun panjang. Sepengetahuannya, target satu-satunya adalah mempertahankan orkestra. Sebab, tanpa kemauan yang besar, PYO bakal langsung layu sebelum berkembang.

Karena pemain yang terpisah dari berbagai penjuru dunia, latihan bukanlah hal yang mudah. Terkadang, mereka harus puas berlatih lewat aplikasi Skype. Saat mau pentas pun susah. Banyak pemain dari Tepi Barat atau Gaza yang tak mendapatkan izin keluar negeri oleh Israel.

Jika pemain dari Jordania atau Lebanon ingin ke Palestina, mereka juga dicegah pemerintah Israel. ''Otoritas Israel jelas takut dengan pemusik Palestina. Kalau tidak, mereka tak mungkin mencegah kami berkarya,'' ungkapnya.

Khoury harus mencari solusi terhadap halangan itu. Akhirnya, semua pemain PYO harus terbiasa latihan dengan sistem kebut sepekan sebelum pentas. Biasanya, mereka bertemu di tempat netral, lalu mengasah kekompakan mereka.

Mereka juga harus bersiap dengan semua kondisi. Kadang, beberapa pemain mereka gagal mendapatkan izin keluar. Otomatis, barisan orkestra dan komposisi musik harus segera diubah.

Tahun ini mereka berkumpul di Norwegia. Mereka bakal mewujudkan mimpi untuk bertahan dan mendunia. Dari Norwegia, mereka bakal ke negara lain seperti Swedia, Denmark, Jerman, dan Belanda. ''Inilah pesan kami kepada dunia. Inilah perlawanan kami,'' ujar Zeina Khoury, manajer PYO. (*)


Warga Palestina punya banyak cara untuk melawan penindasan kubu Israel. Salah satunya, melalui seni.


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News