Pancasila Sakti

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Pancasila Sakti
Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Jakarta Timur. Monumen tersebut merupakan penanda tentang peristiwa G30S/PKI. Foto: Ricardo/JPNN.com

Dengan kalimat tauhid itu seseorang akan mendapatkan kesaktian spiritual yang lebih tinggi nilainya dari sekadar kesaktian fisik.

Bung Karno menjadikan Pancasila sebagai senjata pusaka andalannya mirip Jimat Kalimasada. 

Bung Karno bekerja keras menyarikan berbagai pemikiran-pemikiran besar dunia, dan kemudian berusaha mencari sintesis untuk diterapkan secara tepat dengan budaya dan alam pemikiran Indonesia. 

Bung Karno memelajar berbagai paham dan ajaran filosofi dunia. 

Dia menekuni marxisme dan memahami dengan sangat detail pemikiran Karl Marx dan Frederich Engels. 

Bung Karno mengikuti metamorfosis pemikiran Karl Marx muda sampai pemikiran Marx tua. 

Bung Karno membaca literatur babon mengenai kapitalisme dan liberalisme. 

Bung Karno mendalami teori-teori nasionalisme, dan Bung Karno membaca banyak buku karya para pemikir Islam.

Sebagai ideologi yang terbuka dan inklusif, Pancasila tidak bisa didaku oleh satu kelompok saja dan kemudian melakukan eksklusi terhadap kelompok lain.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News