Pandemi, Bisnis Ritel, dan Geliat Kebangkitan Ekonomi

Pandemi, Bisnis Ritel, dan Geliat Kebangkitan Ekonomi
GMT Institute berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan diskusi untuk mendapatkan solusi terbaik dengan tema yang sesuai dengan permasalahan terkini. Foto: GMT Institute

"Sebagai pengelola mal, tentu harus menyesuaikan tagihan biaya operasional kepada tenant. Berkomunikasi dengan tenant, kita juga mencari formula terbaik," cetus Asj'ari.

Menurut Asj'ari, pola penyesuaian bagian operasinal pada tenant juga mempunyai konseksuensi. Jika pihaknya memberikan diskon besar, tenant bisa menyesuaikan stuktur biaya yang ada di masa pandemi.

"Piutang tak terbentuk, jika memilih opsi satu tidak ada masalah," katanya. 

Di sisi lain, jika diskon yang diberikan tidak besar maka risikonya tenant tidak bisa membayar penuh. "Ini yang tidak diharapkan pengelola. Tapi kami tetap punya batasan bahwa mal harus dioperasikan dengan harga yang cukup," ujar Asj'ari.

Oleh karena itu, perlu satu strategi, pengendalian, kepemimpinan terhadap struktur biaya ini.

"Sehingga bisa mencari solusi terbaik," tambahnya.

Kebijakan untuk Mentas dari Resesi Ekonomi

Kepala Bagian Pangan dan Ekonomi daerah, Biro Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta Achmad Chudhoiri menuturkan, pada 2020 Jakarta mengalami resesi setelah terjadi pertumbuhan ekonomi negatif berturut.

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi memicu resesi ekonomi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News