Pandemi Corona, Orang Kaya Mulai Tinggalkan Ibu Kota dengan Helikopter

Pandemi Corona, Orang Kaya Mulai Tinggalkan Ibu Kota dengan Helikopter
Seorang pria memakai masker pelindung berjalan saat karantina pencegahan menyusul penyebaran penyakit virus Corona di Santiago, Chile, Jumat (27/3). Foto: REUTERS/PABLO SANHUEZA

jpnn.com, SANTIAGO - Warga Chile memiliki kewajiban moral untuk tinggal di rumah selama liburan Paskah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Namun, Menteri Dalam Negeri Gonzalo Blumel mengatakan pada Kamis (9/4), muncul laporan tentang penduduk Santiago yang kaya yang menyelinap berlibur ke daerah kantong pantai dengan helikopter dan pesawat pribadi.

Chile telah mengkonfirmasi hampir 6.000 kasus virus Corona, yang tertinggi di kawasan Amerika Latin.

Wilayah ibu kota yang paling terpukul, Santiago, sebuah kota berpenduduk 6 juta jiwa, adalah lingkungan mewah dan mahal di kaki Pegunungan Andes.

Langkah-langkah karantina di banyak komunitas yang biasanya ramai mengharuskan penduduk untuk tinggal di rumah.

Pejabat kesehatan Chile mengatakan awal pekan ini bahwa mereka berencana untuk memagari kota, mendirikan pos pemeriksaan di jalan yang diawaki oleh polisi dan militer, untuk mencegah penduduk kota melarikan diri ke rumah kedua di daerah pedesaan dengan risiko penyebaran virus.

Tetapi Wali Kota Santiago Felipe Guevara mengatakan, kota itu telah menerima laporan bahwa orang-orang menggunakan helikopter atau pesawat terbang mereka sendiri atau yang disewa untuk meninggalkan wilayah metropolitan itu menuju rumah kedua mereka.

Guevara mengatakan, para pejabat penerbangan akan mengajukan pertanyaan sulit tentang pilot yang ingin meninggalkan kota.

Di tengah pandemi Corona, penduduk Santiago, Chile yang kaya menyelinap berlibur ke daerah kantong pantai dengan helikopter dan pesawat pribadi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News