Panen Melimpah, Petani Kok Resah?

Panen Melimpah, Petani Kok Resah?
Seharusnya Petani Ceria saat Panen Melimpah. Foto Radar Mojokerto/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Sejatinya petani bisa tersenyum saat menikmati hasil panennya yang melimpah. Tapi itu tak dirasakan saat musim panen di Februari 2017. Harga gabah justru turun, di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 3.700 per kilogram.

Harga jual gabah kering panen (GKP) turun. Itu terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Penurunan harganya bervariasi, mulai dari Rp 3.600, Rp 3.200, bahkan ada yang sampai di harga Rp 2.600 per kilogram.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Mulyo Blimbing, Sragen, Jawa Tengah, Citro melaporkan harga Gabah Kering Panen (GKP) varietas Ciherang pada Selasa (7/2) anjlok sampai Rp 3.200 per kilogram, namun sempat sehari setelahnya menjadi Rp 3.400 per kg. Sementara varietas mentik kata dia, harga GKP masih bertahan di angka Rp 3.800 sampai Rp 4.000 per kg.

Citro mengatakan, rendahnya harga GKP di bawah HPP tersebut dikarenakan produksi yang melimpah lantaran tidak ada panas. "Tapi, seharusnya di saat gabah banyak begini, harganya tetap sesuai HPP. Jangan diturunkan," ujarnya.

Salah seorang petani di Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Sragen, Sugimin, 49, mengatakan, meski panen melimpah tapi dengan harga yang rendah, maka petani akan tetap rugi dari sisi produksi.

Sugimin yang mengolah lahan seluas 3.500 meter persegi mengatakan hasil yang dipanen dalam kondisi normal biasanya mencapai 5 ton dengan mengantongi Rp 11 juta. Namun saat ini turun drastis hanya bisa 2 ton. ”Sekarang, dapat Rp 5 juta sudah bagus,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari mengatakan, untuk mengantisipasi menurunnya harga gabah saat panen melimpah, pihaknya berjanji akan membangun komunikasi intensif dengan Bulog.

”Di sini saya berharap peran bulog dapat dioptimalkan. Kita terus komunikasi dengan teman-teman Bulog Krikilan dan Duyungan. Saya harap peran Bulog dapat optimal sehingga harga sesuai dengan yang diharapkan oleh para petani Sragen,” ujarnya.

 Sejatinya petani bisa tersenyum saat menikmati hasil panennya yang melimpah. Tapi itu tak dirasakan saat musim panen di Februari 2017. Harga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News