Pansus Minta Kapolri Klarifikasi

Terkait Laporan Susno soal Polisi Tak Sidik Boediono

Pansus Minta Kapolri Klarifikasi
Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji saat dimintai keterangan Pansus Angket Century, Rabu (20/1). (Foto:Ukon F Sukanda/Indopos)
JAKARTA - Mabes Polri memilih hati-hati mengomentari laporan Komjen Susno Duadji pada Pansus Hak Angket Century. Laporan Susno yang menyebut bahwa penyidikan bailout Rp 6,7 triliun tidak diprioritaskan dengan alasan Boediono terpilih sebagai wakil presiden, akan dikonfirmasi ulang.

"Karena kita belum mendengar langsung dari beliau (Susno), maka tidak bisa langsung mengatakan laporan itu benar atau salah," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang pada Jawa Pos kemarin (23/01).

Menurut mantan Kadispen Polda Metro Jaya saat rusuh Mei 1998 itu, posisi Susno sekarang sedang tidak ada di Indonesia. "Kami mendapat informasi kalau beliau sedang umroh. Jadi, tetap harus menunggu beliau pulang dulu," katanya. Tapi, bukankah Bareskrim punya catatan" Menurut Edward, laporan yang disampaikan teman se-angkatannya di Akpol (1977) itu memang berbasis data. Namun, karena ditulis oleh Susno, maka perlu ada verifikasi terlebih dulu. "Nanti akan dibandingkan," katanya.

Jenderal dua bintang itu menjamin Susno datang menghadiri undangan rapat pansus atas izin kapolri. Artinya, kedatangan Susno dalam kepentingan dinas. "Beliau hadir dalam kapasitas sebagai mantan Kabareskrim," kata Edward. Karena menunggu Susno pulang Umroh, Edward tidak bisa menjanjikan waktu. "Beberapa hari lagi mungkin," katanya.

JAKARTA - Mabes Polri memilih hati-hati mengomentari laporan Komjen Susno Duadji pada Pansus Hak Angket Century. Laporan Susno yang menyebut bahwa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News