Pasca Ledakan, Baru Ada Status 'Travel Advisory'

Pasca Ledakan, Baru Ada Status 'Travel Advisory'
Pasca Ledakan, Baru Ada Status 'Travel Advisory'
JAKARTA - Insiden ledakan bom yang terjadi di dua hotel berbintang lima, JW Marriott dan Ritz-Carlton, di kawasan elit Mega Kuningan, Jumat (17/7) lalu, dampaknya memang mulai terasa terutama bagi para pengelola hotel di tanah air. Pasalnya, dengan insiden tersebut setidaknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara menjadi berkurang.

Hanya saja, menurut juru bicara (jubir) Departemen Luar Negeri (Deplu) RI, Teuku Faizasyah, sejauh ini hal itu belum bisa dikatakan karena adanya travel warning. Sebab katanya, dari pengamatan Deplu hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang telah mengeluarkan larangan bepergian (travel warning, Red) ke Indonesia tersebut.

"Saya melihat, baru sebatas travel advisory (himbauan, Red) saja. Sedangkan (khusus) mengenai Australia, travel advisory pemerintah Australia baru sampai pada level 4, belum sampai pada larangan," kata Teuku Faizasyah kepada wartawan, di Ruang Palapa, Deplu, Jumat (24/7).

Artinya, menurut Teuku Faizasyah pula, hal tersebut masih diserahkan kepada warga Australia, apakah mereka akan tetap melakukan kunjungan ke Indonesia, atau akan mempertimbangkan himbauan yang dikeluarkan pemerintahnya. "Pemberlakuan travel advisory saya pikir adalah hal yang wajar, sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warganya. Karena apabila terjadi suatu kasus besar, dunia internasional akan memberi informasi terbaru kepada warganya," ungkapnya. (sid/JPNN)

JAKARTA - Insiden ledakan bom yang terjadi di dua hotel berbintang lima, JW Marriott dan Ritz-Carlton, di kawasan elit Mega Kuningan, Jumat (17/7)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News