Pascaproyeksi Suku Bunga The Fed Kurs Rupiah 'Ambyar' 117 Poin, Begini Kata BI

Pascaproyeksi Suku Bunga The Fed Kurs Rupiah 'Ambyar' 117 Poin, Begini Kata BI
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup melemah 117 poin atau 0,83 persen. Foto/ilustrasi: Arsip jpnn.com/Ricardo

Indeks USD saat ini berada di level 91,655, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 91,129.

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,563 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,569 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 14.273 per USD. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.273 per USD hingga Rp 14.368 per USD.

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan kurs rupiah menguat sejalan dengan kembali masuknya aliran modal asing dan langkah stabilisasi BI.

Menurut Perry, kurs rupiah sempat menguat pada 16 Juni 2021 menguat 0,49 persen secara rerata dan 0,30 persen secara point to point dibandingkan dengan level Mei 2021.

"Penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik seiring dengan penurunan ketidakpastian pasar keuangan global dan persepsi investor yang membaik terhadap prospek ekonomi domestik," bebernya.

Dia juga mengatakan dengan perkembangan tersebut, rupiah hingga 16 Juni 2021 mencatat depresiasi sekitar 1,32 persen (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020.

"Relatif lebih rendah dari negara lain di kawasan, seperti Thailand, Korea Selatan, dan Malaysia," katanya.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup melemah 117 poin atau 0,83 persen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News