Payah, Rumah Karaoke Belum Bayar Royalti Lagu

Payah, Rumah Karaoke Belum Bayar Royalti Lagu
Tempat Karaoke. ILUSTRASI. FOTO: Dok. Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) akan bertindak tegas dengan mendata sejumlah rumah karaoke yang tidak membayar royalti lagu mereka.

Royalti memang selama ini belum tergali dengan baik karena keterbatasan SDM.

Maka dari itu dengan adanya Anugerah Royalti Musik Indonesia (Armindo) ini nantinya pendapatan royalti untuk pencipta lagu, produser dan penyayi bisa terpenuhi.

Selama ini pendapatan royalti belum maksimal dengan baik.

Namun, dengan adanya UU nomor 28 tahun 2014 lalu tentang Hak Cipta, pendapatan royalti akan terus meningkat.

Tercatat pada 2014, pendapatan royalti hanya Rp 8 miliar. Di 2015 meningkat Rp 15 miliar.

Sementar itu pada 2016 kembali meningkat Rp 30 miliar.

"Di 2017 ini LMKN menargetkan Rp 100 miliar, bahkan Rp 300 miliar. Selama ini banyak rumah karaoke yang belum membayar. Begitu juga tempat perhotelan dan televisi," ujar Imam Hariyanto, Ketua LMKN Pusat.

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) akan bertindak tegas dengan mendata sejumlah rumah karaoke yang tidak membayar royalti lagu mereka.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News