PB MDHW Siapkan Daftar Nama 700 Ulama

PB MDHW Siapkan Daftar Nama 700 Ulama
Islam damai dan cinta tanah air. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) menyiapkan daftar nama 700 ulama untuk mempromosikan Islam damai dan cinta Tanah Air.

Sekretaris Jenderal PB MDHW Hery Haryanto Azumi mengatakan, langkah ini diambil untuk menyikapi maraknya aksi terorisme dan juga sebagai upaya deradikalisasi.

“Kami telah menyiapkan list 700 ulama yang siap mengampanyekan Islam damai dan cinta Tanah Air. Ini sebagai resposn kami menyikapi aksi terorisme, sebagai upaya deradikalisasi,” kata Hery dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/5).

Menurut Hery, ulama sebagai pewaris para nabi dan penjaga moralitas umat harus menebarkan Islam yang damai dan penuh kesejukan, bukan justru penebar kebencian dan permusuhan. Karena itu, Hery melihat harus ada peran ulama dan habaib agar dakwah mencintai Tanah Air masif dilakukan.

“Wajah Islam yang tercoreng dengan aksi-aksi ektrimis dan radikalis belakangan ini perlu dipulihkan. Islam itu penebar kedamaian dan kesejukan, bukan kebencian,” tambahnya.

Hery mengharapkan, upaya ini mendapat respons positif dari pemerintah khususnya Kemenag. Pasalnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari sinergi ulama dan umara dalam memperkuat pembangunan infrastruktur kejiwaan.

“Ikhtiar kami ini semoga mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Ini bagian dari sinergi ulama dan umara dalam memperkuat pembangunan infrastruktur kejiwaan,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) merilis 200 mubalig atau penceramah kredibel untuk menebarkan Islam damai. Kemudian disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hendak merilis 600 mubalig. Kini giliran MDHW hendak meliris 700 daftar ulama untuk promosikan Islam damai dan cinta Tanah Air. (tan/jpnn)


PB Majelis Dzikir Hubbul Wathon menyiapkan daftar nama 700 ulama yang akan bertugas mengkampanyekan Islam damai dan cinta Tanah Air.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News