PDAM Keluhkan Mahalnya Listrik

PDAM Keluhkan Mahalnya Listrik
PDAM Keluhkan Mahalnya Listrik
JAKARTA- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengeluhkan mahalnya tarif listrik yang dibebankan sebagai pelanggan jenis industri. Dengan jenis tarif tersebut, biaya operasional semakin tinggi dan menyebabkan PDAM merugi.

Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), Syaiful mengatakan listrik menjadi sumber operasional utama PDAM. Karena itu, Perpamsi meminta regulasi kepada pemerintah dan DPR RI karena sektor usaha PDAM untuk memenuhi air minum rakyat.

"Selama ini memang PDAM dikenakan tarif jenis industri dari PLN, itu membuat ongkos tinggi. Kami berharap bisa diubah seperti tarif normal atau di atas normal sedikit," kata Syaiful saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Senin (22/2).

Menurutnya, selama ini masih banyak perusahaan PDAM yang menerapkan tarif kepada pelanggannya di bawah dasar biaya produksi. Tarif tertinggi untuk PDAM, adalah di Jakarta yang mencapai Rp7 ribu per liter/kubik. Sedangkan banyak daerah yang masih menggunakan Rp3.500.

JAKARTA- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengeluhkan mahalnya tarif listrik yang dibebankan sebagai pelanggan jenis industri. Dengan jenis tarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News