Senin, 20 November 2017 – 16:35 WIB

Pedoman Ginekolog untuk Kesehatan Vagina

Rabu, 13 September 2017 – 08:00 WIB
Pedoman Ginekolog untuk Kesehatan Vagina - JPNN.COM

Mungkin Anda tidak akan ragu menemui dokter jika memiliki keluhan seperti nyeri lutut atau punggung dan pusing. Tapi bagaimana jika keluhannya berada di bagian intim anda? Apakah anda merasa risih?

Perempuan akan menyepelekan gejala-gejala yang melibatkan kemaluan mereka karena rasa malu atau sungkan. Beberapa bahkan tidak menyadari ketika pertama kali masalah terjadi pada bagian intimnya tersebut.

"Perempuan perlu merasa nyaman dengan anatomi mereka dan melihat vulva mereka sendiri," kata Dr Elizabeth Farrell AM, ginekolog dan direktur medis di organisasi kesehatan wanita Jean Hailes.

Mengabaikan gejala-gejala  seperti perubahan penampilan, rasa sakit atau iritasi - bisa berarti Anda bukan sekadar tidak tahu adanya kondisi kulit seperti  infeksi atau penyakit menular seksual.

Anda mungkin tidak tahu hal yang lebih buruk. Diperkirakan lebih dari 6.000 wanita Australia akan terdiagnosa menderita kanker ginekologi tahun ini.

Berbicara dengan program Podcast ABC yang baru ‘Ladies, We Need To Talk’, Dr Farrell berbagi beberapa saran tentang bagaimana mempraktekkan kesehatan ginekologi yang baik. 

Vulva dan vagina

Kebanyakan orang menggunakan istilah "vagina" saat menggambarkan alat kelamin wanita. Apa yang sebenarnya mereka maksud adalah vulva.

Vulva adalah nama umum yang diberikan pada bagian luar alat kelamin perempuan. Ini termasuk bibir dalam dan luar (labia), klitoris, lubang uretra dan pintu masuk vagina.

Vagina adalah otot tubular yang membentang dari rahim sampai ke lubang luar. Hal ini memungkinkan untuk hubungan seksual dan persalinan, dan merupakan bagian dari aliran menstruasi.

Vagina sangat sering digunakan sebagai nama pengganti vulva, dan kita harus mengubahnya," kata Dr. Farrell.

Vulva, seperti halnya bagian tubuh lainnya, unik. Vulva memiliki berbagai bentuk, ukuran dan warna, dan tidak ada yang terlihat sama.

Dr Farrell mengatakan penting bagi wanita untuk mengetahui seperti apa vulva mereka, sehingga mereka menjadi lebih mampu mendeteksi kelainan atau perubahan pada kulit dibagian alat kelaminnya.

"Ini tentang perawatan kesehatan yang baik dan mengetahui apa yang normal untuk Anda," katanya.

Ladies we need to talk
Program Ladies We Need To Talk di ABC Podcast.

ABC

Hindari sabun

Jika mencuci tangan, kaki dan rambut dengan sabun atau produk serupa adalah hal yang higienis, sebaliknya adalah bukan ide bagus untuk melakukan hal yang sama dengan vulva Anda.

"Anda tidak perlu membersihkan vagina Anda, titik. Vagina memiliki lingkungan sendiri dan dapat membersihkan dirinya sendiri," kata Dr. Farrell.

Jika Anda merasa perlu mencuci vulva Anda, Dr Farrell menyarankan dengan menggunakan air hangat sebagai  pengganti sabun. Singkirkan sabun dan produk mandi wangi.

"Vulva tidak boleh digosok, kulitnya lembut ... perlakukan sebagaimana Anda merawat bagian bawah bayi," katanya.

Untuk menghindari mengacaukan keseimbangan bakteri baik di daerah vagina Anda, sebaiknya hindari melakukan douching atau membersihkan vagina anda dengan cara menyemprotkan air.

"Kita seharusnya tidak pernah melakukan douching, karena yang Anda lakukan adalah Anda membersihkan semua bakteri baik," kata Dr. Farrell.

Hal yang sama berlaku untuk bedak tabur: saran dari organisasi advokasi Kanker Ovarium Australia adalah bahwa wanita harus menghindari penggunaan produk berbasis tabur.

Baca juga:

Kian Banyak Wanita Australia Bekukan Sel Telurnya

Kisah Perempuan Australia yang Tak Mau Punya Anak

Adapun saran dari aktris Gwyneth Paltrow untuk ‘menguapi vagina, itu juga bukan jalan keluar.

"Jangan mencuci bagian vagina, jangan menguapi bagian dalam vagina – itu tidak membantu sama sekali," kata Dr. Farrell.

"TIndakan seperti ini menyebabkan lingkungan yang tidak normal dan karena itu meningkatkan risiko infeksi."

Dr Farrell mengatakan adalah ide bagus untuk mengenakan pakaian dalam dari bahan katun, dan mengganti pakaian renang yang basah serta legging yang  berkeringat sesegera mungkin.

Tidak semua gatal berarti sariawan

Wanita sering keliru mengenali gejala-gejala dari sariawan dibagian vulva – semacam infeksi jamur dengan gejala yang meliputi gatal, kemerahan, bengkak dan kotoran seperti keju lembek.

Tapi iritasi vulva, termasuk gatal, rasa terbakar atau tidak nyaman, bisa disebabkan oleh banyak hal.

"Bisa jadi sabun yang anda gunakan, pakaian dalam yang anda pakai, pakaian senam Lycra yang Anda kenakan di gym atau bahkan pembalut atau tampon yang Anda gunakan selama anda menstruasi," kata Dr. Farrell.

Iritasi dibagian Vulva adalah hal yang relatif umum terjadi pada wanita dari segala usia, dan seringkali akibat dari kondisi kulit atau infeksi.

Sementara kebanyakan kasus kondisinya dapat membaik dengan pengobatan, ada beberapa kondisi langka yang bisa menjadi serius jika tidak diobati.

"Yang penting adalah membiarkan dokter Anda melihat secara fisik kondisi vulva Anda," kata Dr. Farrell.

Keputihan adalah normal

Sebagian besar, keputihan adalah kondisi yang sangat normal. Keputihan melakukan fungsi yang sangat penting dari sistem reproduksi dan membantu menjaga kebersihan vagina.

"Ada beberapa wanita yang memiliki cairan di vagina sepanjang masa subur mereka dan bahkan setelah di masa menopause," kata Dr. Farrell.

Sementara beberapa wanita tidak mengeluarkan cairan keputihan, orang lain akan memiliki hanya sedikit keputihan saja, dan ini akan bervariasi tergantung pada siklus menstruasi mereka, atau apakah mereka hamil atau menyusui.

Keputihan juga bisa berkisar dalam hal warna, dari mulai putih hingga ke putih bersih atau bening.

Namun demikian, jika keputihan disertai dengan rasa gatal atau terbakar, atau warna, bau atau konsistensi yang tampaknya tidak biasa, itu mungkin pertanda infeksi – dan ini perlu dikonsultasikan ke dokter. 

Perubahan bau vagina

Serupa dengan usus, vagina memiliki mikrobiotik sendiri - sebuah ekosistem komunitas bakteri penting - yang membantu menjaga kesehatan organ vagina kita dan melindungi kita dari infeksi.

Vagina yang sehat kaya akan bakteri 'baik' (terutama Lactobacilli) yang membantu menjaga populasi mikroorganisme 'buruk' terkendali.

Bau vagina adalah cerminan bakteri apa saja yang hidup di dalam vagina, dan ini bervariasi sesuai usia kita, kata Dr Farrell.

"Vagina memiliki bau berbeda pada waktu yang berbeda dalam kehidupan seorang wanita," katanya.

"Bila Anda pra-pubertas, vagina akan memiliki bau berbeda dan begitu hormon Anda mulai bekerja, vagina juga akan memiliki bau tertentu, yang biasanya relatif cukup enak tercium."

Mungkin menjadi sangat tidak sedap atau tidak menyenangkan jika seorang wanita memiliki infeksi, seperti bakteri vaginosis, katanya.

"Setelah menopause itu pasti berubah, ada bau lain karena tidak ada kandungan estrogen, jadi sedikit lebih mirip pria," katanya.

Vulva ikut menua

Permulaan menopause berarti menstruasi Anda berakhir dan ovarium Anda berhenti memproduksi estrogen.

Menurut Dr Farrell, ada dua hal yang bisa terjadi: jaringan vulva Anda akan jadi lebih kendur, atau lebih kencang.

"Orang lain akan menganggapnya menjadi lebih menganga, sangat tergantung pada jenis jaringan yang Anda miliki."

Jika kulit di sekitar pintu masuk vagina kehilangan elastisitas, berhubungan badan mungkin menjadi lebih menyakitkan.

Sementara wanita dianjurkan untuk melakukan latihan dasar panggul, mereka yang mengalami kekeringan dibagian vagina setelah menopause mungkin merasa latihan dasar panggul bisa membuat keadaan menjadi lebih buruk.

"Memiliki otot dasar panggul yang ketat memang baik, masalahnya adalah jika sudah kering dan hubungan intim akan menyakitkan, otot akan semakin ketat," kata Dr Farrell.

"Kita harus belajar untuk mengendurkan otot dasar panggul kita sekaligus memperkuat dan membuatnya kontraksi." 

Apa yang masuk harus keluar

Mungkin mengejutkan bagi Anda untuk mengetahui bahwa adalah hal yang mungkin untuk kehilangan sesuatu - seperti tampon atau kondom - di dalam vagina Anda.

"Kadang tampon bisa berada di sana dan entah karena alasan apa seseorang menggunakan tampon yang diletakkan di atasnya, sehingga tampon didorong ke atas ... kembali ke belakang serviks," kata Dr. Farrell.

"Biasanya setelah jangka waktu itu memang membuat bau yang sangat tidak enak, dan harus dipancing oleh seorang profesional kesehatan."

Jadi pastikan apa pun yang dimasukan didalam vagina pada akhirnya harus dikeluarkan kembali.

Diterjemahkan pada 12/9/2017 oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar