JPNN.com

Pelajar Kesulitan Beli Kuota Internet, Bang Ali Sentil BUMN Telekomunikasi

Jumat, 05 Juni 2020 – 20:47 WIB
Pelajar Kesulitan Beli Kuota Internet, Bang Ali Sentil BUMN Telekomunikasi - JPNN.com
Ilustrasi kegiatan bersama anak saat work from home dan belajar di rumah. Foto : Instagram Hafiz Priyotomo

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Ali Zamroni menyentil BUMN telekomunikasi agar memberikan kuota internet gratis untuk seluruh pelajar SD hingga perguruan tinggi selama perpajangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dan program belajar di rumah.

Hal ini disampaikan Ali mengingat ditemukannya pelajar yang kesulitan mengikuti program pembelajaran jarak jauh (PJJ), karena ketidakmampuan orang tua mereka untuk membelikan kuota internet. Nah, dia mendorong pemerintah melalui BUMN telekomunikasi hadir membantu mereka.

"Kuota internet menjadi kebutuhan penting bagi pelajar selama belajar dari rumah. BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi jangan hanya mengalokasikan keuntungannya untuk program sembako, tetapi juga kuota internet. Keuntungan BUMN bisa dialihkan untuk kuota internet gratis bagi pelajar SD, SMP, SMA dan Mahasiswa,” ujar Ali Jumat (5/6).

Kepedulian BUMN ini menurut politikus Gerindra itu penting mengingat kemampuan orang tua siswa hingga mahasiswa untuk membeli kuota internet juga terbatas akibat terdampak Covid-19. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah menggratiskan kebutuhan jaringan khusus dunia pendidikan.

Apalagi, katanya, beberapa waktu lalu sampai ada orang tua siswa di Pamekasan, Madura, yang terpaksa harus berutang demi membeli kuota internet untuk anaknya. Kondisi itu menurutnya misiris sekali dan seharusnya menggugah kepedulian pemerintah maupun BUMN telekomunikasi.

Politikus asal Banten ini juga menilai, kesimpangsiuran informasi dan kebijakan di dunia pendidikan membuat situasi belajar menjadi terganggu. Selain masalah kuota internet, juga soal tahun ajaran baru. Hal ini menurutnya terjadi baik di tingkat pusat maupun daerah yang menerapkan PSBB.

“Tidak hanya kuota internet yang jadi masalah. Tidak tertutup kemungkinan akan banyak daerah kebingungan terkait sektor pendidikan dan mengambil kebijakan yang berbeda-beda sehingga semakin membingungkan siswa, orang tua, guru dan pemda,” tegas Ali. (fat/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil