Pelajar Nakal Diborgol

Lagi, Tawuran Pelajar di Jaktim

Pelajar Nakal Diborgol
Pelajar Nakal Diborgol
Tawuran yang melibatkan sekitar 50 pelajar berseragam biru putih itu pecah sekitar pukul 15.00. Tak berlangsung lama, aksi tidak terpuji itu berhasil dibubarkan petugas kepolisian. Namun 30 menit kemudian tawuran kembali terjadi dan kali ini melibatkan sekelompok pelajar berseragam putih abu-abu yang diduga berasal dari SMK Bonser (Kebonsereh-red) dengan siswa SMP dan SMK Budaya, Durensawit.

Kali ini, salah satu pelajar Rangga (14), yang duduk di kelas 1 jurusan Otomotif, SMK Bonser, bonyok dihajar massa. Ia mengalami luka memar di bagian mukanya, bahkan hidungnya sempat mengeluarkan darah berkali-kali setelah dikeroyok warga yang geram melihat aksi tawuran tersebut.

Kapolsektro Durensawit, Kompol Titik Setiowati, mengatakan, kawasan pinggir rel KA Buaran memang kerap dijadikan ajang tawuran antar pelajar. Biasanya tawuran pecah di atas pukul 14.00. ”Kami melihat aksi tawuran pelajar ini ada provokatornya. Sebab mereka yang tertangkap membawa senjata tajam, umumnya mengaku bulan miliknya sendiri, melainkan titipan dari temannya. Kami masih memburu provokator di balik tawuran pelajar ini,” katanya. Pada hari Kamis (22/9) malam, pihaknya juga mengamankan 12 pelajar saat tawuran di lokasi yang sama.

Untuk mencegah terjadinya aksi tawuran itu, ia akan menempatkan enam petugas secara bergilir. Penjagaan dilakukan setiap hari, terutama saat jam rawan tawuran seperti pukul 14.00 – 17.00. Sementara mengenai pelajar yang diamankan itu, ia akan berkoordinasi dengan para orangtua murid dan guru atau kepala sekolah masing-masing.

JAKARTA - Belum hilang dari ingatan, aksi premanisme pelajar SMA 6 yang menyerang sejumlah wartawan beberapa hari lalu. Kini, pelajar ibu kota kembali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News