Pelepasliaran Orangutan Makin Sulit

Pelepasliaran Orangutan Makin Sulit
Pelepasliaran Orangutan Makin Sulit
PALANGKA RAYA – Upaya mempertahankan keberadaan satwa langka orangutan (Pongo pygmaeus) dari kepunahan, makin berat. Selain jumlahnya yang terus berkurang akibat habitatnya rusak, petugas juga makin kesulitan untuk melepasliarkan orangutan hasil temuan ke lokasi lain karena hutan yang menjadi habitat orangutan, terus menyusut.

Kepala Tata Usaha (TU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Achmad Zaini mengatakan, dari 600 ekor orangutan yang dipelihara di Pusat Reintroduksi Arboretum Nyaru Menteng Palangka Raya yang dikelola Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, ada ratusan ekor yang sudah siap dilepasliarkan ke habitat aslinya untuk hidup mandiri. Namun hingga saat ini belum bisa dilakukan karena terkendala sulitnya mendapatkan lokasi, yakni hutan alami yang memungkinkan orangutan hidup tanpa ada kekhawatiran dirambah oleh kepentingan manusia.

Saat ini BKSDA Kalteng bersama BOS sedang melakukan pengkajian terhadap hutan yang ada di Kalteng yang dinilai laik sebagai habitat orangutan. Pengkajian tersebut dimulai dari luas kawasan hutan, ketersedian sumber makanan, jenis pepohonan yang tumbuh hingga sering tidaknya perburuan di lokasi tersebut.

"Kalau makanannya sedikit dan orang banyak berburu, yang ada orangutan bisa mati. Padahal kita sudah bersusah payah merawatnya agar spesies ini bisa semakin berkembang. Orangutan kan ikonnya Kalimantan, khususnya Kalteng," ujarnya.

PALANGKA RAYA – Upaya mempertahankan keberadaan satwa langka orangutan (Pongo pygmaeus) dari kepunahan, makin berat. Selain jumlahnya yang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News