Rabu, 17 Oktober 2018 – 19:36 WIB

Pelindo II Ground Breaking Pembangunan Terminal Curah Cair

Kamis, 21 Desember 2017 – 20:03 WIB
Pelindo II Ground Breaking Pembangunan Terminal Curah Cair - JPNN.COM

jpnn.com, BENGKULU - PT Pelindo II Cabang Bengkulu hari ini, Kamis (21/12) melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Terminal Curah Cair di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

Pembangunan Terminal Curah Cair ini, merupakan realisasi agenda pengembangan Pelabuhan Bengkulu, yang juga bagian dari komitmen PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Bengkulu terhadap program dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP).

Dijelaskannya pembangunan Terminal Curah Cair bertujuan mendukung secara penuh perkembangan industri Curah Cair di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

"Terminal Curah Cair ini akan dibangun di atas lahan HPL milik PT Pelabuhan Indonesia II yang dalam pelaksanaannya menggandeng dan melakukan kerjasama dengan mitra utama yaitu Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)," General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Bengkulu Drajat Sulistyo.

Sebelum dibangunnya terminal yang khusus menangani barang jenis curah cair ini, PT Pelabuhan Indonesia II sudah melayani penanganan dan pelayanan cargo curah cair jenis CPO (Crude Palm Oil). Namun hal itu masih dilakukan secara konvensional dengan metode truck lossing.

"Penanganan secara konvensional untuk pelayanan curah cair sudah tidak dapat mengakomodir perkembangan dan peningkatan industri curah cair jenis CPO. Sementara, jika dibandingkan dengan era kemajuan industri curah cair yang semakin meningkat, maka pelayanan seperti ini akan kalah saing dan bisnis menjadi bersifat stagnan," katanya.

Untuk saat ini, PT Pelabuhan Indonesia telah menangani kegiatan pemuatan CPO dengan rata-rata throughput mencapai 420 ribu ton. Operasional kegiatan ini menggunakan alat pompa kecil kapasitas loading rate hanya 1.300 ton/hari.

Akibatnya, setiap pemuatan CPO yang dilakukan di Pelabuhan Pulau Bengkulu, memakan waktu lama karena fasilitas yang digunakan masih konvensional dan tidak memadai.

SHARES
TAGS   Pelindo II
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar