Minggu, 21 Oktober 2018 – 06:54 WIB

Pemain Kroasia Tak Mau Diganti, Dalic Enggan Disebut Pelatih

Jumat, 13 Juli 2018 – 11:10 WIB
Pemain Kroasia Tak Mau Diganti, Dalic Enggan Disebut Pelatih - JPNN.COM

jpnn.com, MOSCOW - Juru taktik Timnas Kroasia, Zlatko Dalic sempat bingung dengan sikap para pemainnya di partai semifinal Piala Dunia 2018 melawan Inggris, Kamis (12/7) kemarin. Semua starter menolak diganti.

Padahal di babak 16 besar dan perempat final, Luka Modric dkk harus berjibaku sampai adu penalti untuk memastikan kelolosan. “Saya ingin membuat pergantian pemain lebih awal karena saya tahu mereka (pemain, red.) kelelahan. Namun setiap kali saya akan melakukannya, mereka menolak, mereka mengatakan kepada saya jika baik-baik saja,” kata Dalic seperti diberitakan ESPN.

"Jadi bagaimana mungkin saya berkata kepada mereka kalau apa yang mereka katakan tidaklah nyata?” tambah Dalic.

Maka akhirnya pergantian 'tercepat' yang dilakukan oleh Dalic baru terjadi pada menit ke-95. Bek kiri Ivan Strinic akhirnya tak kuasa menahan penat di kakinya yang kemudian digantikan oleh Josip Pivaric.

“Mungkin karena pertandingan ini punya pengaruh yang sangat besar dalam sejarah sepak bola kami. Mereka tak mau melewatkan kesempatan menjadi bagian dalam sejarah itu,” tutur Dalic.

Dan mentalitas tak kenal menyerah oleh Kroasia menuai hasil indah. Setelah sebelumnya gawang Kroasia dibobol tendangan bebas bek Inggris Kieran Trippier pada menit kelima, Vatreni kemudian menyamakan kedudukan lewat Ivan Perisic (68') kemudian gol Mario Mandzukic (109') membawa Kroasia ke final.

Di partai final Minggu (15/7) mendatang, Kroasia sudah ditunggu Prancis. Laga puncak itu akan dilangsungkan di Stadion Luzhniki. Dalic mengungkapkan meski Prancis dalam kondisi lebih fit karena Les Bleus tak menjalani tiga extra time dan dua penalti seperti Kroasia, namun pelatih berusia 51 tahun itu yakin skuatnya sama siapnya ketika bertemu Denmark, Rusia, ataupun Inggris.

Mantan pelatih Al-Ain tersebut ditulis Daily Nation kemarin memang lebih suka disebut sebagai motivator atau psikolog tim ketimbang pelatih. Sebab secara teknik tak ada yang meragukan permainan Kroasia.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar