Pemakaman Jenazah Covid-19 oleh Polresta Ambon Meningkat, Sebegini Jumlahnya

Pemakaman Jenazah Covid-19 oleh Polresta Ambon Meningkat, Sebegini Jumlahnya
Jumlah korban yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona di Kota Ambon mengalami peningkatan pada Kamis, (15/7) yang mencapai 11 orang yang dimakamkan oleh aparat kepolisian. (16/7) (daniel leonard)

jpnn.com, AMBON - Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Leo SN Simatupang mengatakan pemakaman jenazah Covid-19 yang ditangani kepolisian mengalami peningkatan.

"Biasanya jumlah korban pandemi yang dimakamkan polisi berkisar antara satu sampai lima orang per hari, tetapi kemarin justru naik drastis jumlahnya menjadi 11 orang," kata Kombes Leo di Ambon, Jumat (16/7).

Hal itu menurut dia menjadi gambaran bahwa kebijakan pemerintah Kota Ambon menerapkan PPKM mikro sangat tepat agar mengurangi dampak dari penyebaran virus corona.

Menurut dia, aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan mahasiswa menolak PPKM mikro dengan tidak memperhatikan protokol kesehatan tentunya berpotensi menularkan Covid-19.

Oleh karena itu, aksi demonstrasi yang dilakukan selama dua hari berturut-turut itu terpaksa dibubarkan secara paksa polisi dibantu TNI serta tim Satgas Covid-19 Kota Ambon.

"Jadi kami harapkan kerja sama dari seluruh komponen masyarakat, apalagi mahasiswa sebagai orang intelektual sama-sama memberikan wawasan kepada seluruh warga di Kota Ambon," ujar Kombes Leo.

Dia juga mengimbau agar mahasiswa yang masih berkerumun di ruas jalan AY Patty Ambon untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing sehingga tidak lagi melakukan kerumunan massa dalam jumlah besar.

"Kita harapkan ke depan masalah seperti ini tidak terjadi lagi di tengah pandemi Covid-19 ini dan mari secara bersama-sama menjaga situasi agar jumlah kasusnya semakin menurun," pungkas Kombes Leo. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

Aksi demonstrasi mahasiswa menolak PPKM Mikro di Kota Ambon juga dibubarkan paksa oleh polisi dibantu TNI.