Pemakaman Lukman Niode dengan Protokol Corona Berjalan Dramatis

Pemakaman Lukman Niode dengan Protokol Corona Berjalan Dramatis
Lukman Niode. Foto: Twitter/@richardbera/ngopibareng

jpnn.com, JAKARTA - Dunia renang Indonesia bersedih setelah perenang legenda Lukman Niode meninggal dunia.

Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Jumat (17/4) siang di RS Pelni, Jakarta. Dia pun harus dimakamkan dengan protokol Covid-19 karena dinyatakan positif terpapar.

Kabar Lukman dimakamkan dengan protokol Covid itu dibenarkan oleh Seskemenpora Gatot S Dewa Broto.

Dia bahkan mengakui, sempat ada proses yang dramatis sebelum akhirnya dia bisa meyakinkan rumah sakit (RS) Pelni untuk memakamkan Lukman Niode di TPU Jeruk Purut.

"Benar, tadi dikubur dengan Protokol Covid. Saya nyatakan itu karena kakaknya sudah declare (kalau Lukman Niode kena Covid-19).

Gatot mengakui, tadi kondisinya cukup kasihan untuk sisi keluarga Lukman Niode. Pasalnya, secara protokol Covid, ada tempat lain yang menurut RS Pelni bisa digunakan untuk memakamkan jenazah yang terpapar Covid-19.

"Kasihan tadi keluarga bingung penginnya di Jeruk Purut. Tetapi harus ada surat dari pemerintah, saya buatkan. Sudah oke Jeruk Purut, ada yang dorong di taman pemakaman pahlawan. Saya akhirnya kontak Sekjen Kementerian Sosial, dan alhamdulillah tuntas (bisa dimakamkan di TPU Jeruk Purut, red)," kata Gatot.

Kemudian, saat sudah aman dan bisa dimakamkan di TPU Jeruk Purut, ternyata muncul persoalan lagi. Pihak RS Pelni meminta protap Covid-19 di TPU Jeruk Purut harus siap terlebih dulu.

Dunia renang Indonesia bersedih menyusul kabar Lukman Niode meninggal dunia. Almarhum dinyatakan positif corona, membuat proses pemakaman berjalan dramatis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News