Pemalsuan Arca Terungkap Berkat Kotoran Burung

Pemalsuan Arca Terungkap Berkat Kotoran Burung
Pemalsuan Arca Terungkap Berkat Kotoran Burung
Dia mengaku prihatin ketika ditanya mengenai pemalsuan arca perunggu di MRPS. Sebagai arkeolog, dia merasa memiliki ikatan batin dengan arca-arca itu. Sebab, arca-arca tersebut adalah bahan kajian ilmiah yang sangat berarti. Karena itu, dia berharap agar semua pihak dapat berperan aktif melacak arca perunggu asli dan mengembalikan ke MRPS.

Dengan demikian, kata dia, arca-arca penuh sejarah itu bisa segera digunakan untuk bahan kajian ilmiah. Lantas, apakah Nugrahani juga bersedia membantu jika polisi memerlukan keterangan atas keahliannya?

''Ya, kalau memang diperlukan, saya akan membantu. Itu hal yang wajib bagi akademisi seperti saya. Sebenarnya ada beberapa teman di beberapa museum di Indonesia dan luar negeri yang menawarkan bantuan untuk melacak arca perunggu itu,'' tuturnya.

Seperti diberitakan, di antara 249 koleksi beragam kriya perunggu di MRPS, 85 buah berbentuk arca. Sayang, 52 arca di antaranya dinyatakan palsu dan diduga palsu oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah setelah reinventarisasi museum.(aw/den/jpnn/nw)

SOLO - Karena kotoran, dugaan pemalsuan arca perunggu di Museum Radya Pustaka Surakarta (MRPS) terbongkar. Memang, bukan sembarang kotoran yang menempel


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News