Pembangunan IKN Pakai Dana PEN, Ekonom: Berdampak Negatif ke Pemulihan Ekonomi

Pembangunan IKN Pakai Dana PEN, Ekonom: Berdampak Negatif ke Pemulihan Ekonomi
Dokumentasi - Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau langsung sodetan akses jalan menuju rencana ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur, Selasa (24/8). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai masuknya anggaran proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 sangat tidak relevan.

"Masih banyak penerima bantuan sosial yang belum terjangkau pemerintah dengan alasan keterbatasan anggaran," ujar Bhima saat dikonfirmasi, Kamis (20/1).

Bhima mengungkapkan pelaku usaha UMKM hanya sebagian kecil dari 64 juta unit yang mendapat bantuan dari pemerintah selama masa pandemi.

"Kalau anggaran (PEN, red) dialokasikan ke IKN, tentu ini sangat berdampak negatif ke pemulihan ekonomi," ungkap Bhima.

Di samping itu, menurut Bhima pembangunan IKN cenderung menggunakan skema penugasan kepada BUMN karya, sehingga dana pembangunan dari PEN mengalir ke BUMN lagi.

Menurut Bihma, berdasarkan beragam studi, efek pembangunan IKN terhadap ekonomi sangat kecil, yakni di bawah satu persen ke PDB. Apalagi model pembangunan IKN bertumpu kepada pembangunan gedung layanan pemerintahan yang kurang menarik ditinjau dari sisi komersil.

"Kalau tujuannya menyerap tenaga kerja, ya jangan bangun IKN sekarang, tapi berikan insentif ke usaha UMKM secara lebih masif," kata Bhima.

Lebih lanjut, 97 persen serapan tenaga kerja nasional ada di UMKM, bukan lewat pembangunan IKN.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai masuknya anggaran proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 sangat tidak relevan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News