Pembunuhan Sadis di Muratara Terungkap, Istri Pelaku Jadi Saksi Kunci, Begini Kronologinya

Pembunuhan Sadis di Muratara Terungkap, Istri Pelaku Jadi Saksi Kunci, Begini Kronologinya
Polisi memborgol pelaku. Foto ilustrasi: dokumen JPNN.Com

Lalu dari keterangan Idah, polisi berhasil membekuk Alek Sander anaknya yang hendak kabur ke Pulau Jawa.

Idah menuturkan ke petugas, jika Sohar yang pertama kali membacok Ardeni menggunakan parang, lalu dilanjutkan oleh Alek Sander, untuk memastikan korban memang sudah mati.

Sabetan parang itu terjadi sebanyak dua kali di bagian leher, yang dilakukan satu kali masing masing pelaku. Lalu ada luka sabetan di betis korban yang juga dilakukan Sohar.

Informasi itu Idah dapat secara langsung setelah kedua pelaku pulang ke rumah usai kejadian dengan senjata parang yang berlumuran darah. Namun saat polisi mendatangi rumah mereka, awalnya Idah enggan membeberkan kesaksian.

“Tadinya kami tidak tahu pelaku utama siapa, dan minim informasi. Karena orang yang dicurigai melarikan diri, kami tangkap dan amankan. Saksi awal juga kami amankan dan diproses secara terpisah,” kata Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad.

Keterlibatan Sohar dan Alek Sander juga diperkuat kesaksian Kepala Dusun Desa Jadimulya, Kecamatan Nibung, Hendri.

Ia yang saat itu mendapat informasi pembunuhan langsung menuju ke TKP, dan melintas di depan rumah pelaku.

Saksi memberitahukan Sohar mengenai kabar adiknya yang tewas dibunuh orang, dan memintanya ikut melihat langsung ke TKP.

Pembunuhan sadis di Desa Jadimulya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, yang menewaskan Ardeni dengan kondisi leher nyaris putus, akhirnya terungkap.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News