Pemerintah Akhirnya Panggil Bulog Soal Penemuan Rastra Tak Layak Konsumsi

Pemerintah Akhirnya Panggil Bulog Soal Penemuan Rastra Tak Layak Konsumsi
Trismi, warga Brajaasri I, Kecamatan Wayjepara, Lampung Timur, menunjukkan beras sejahtera yang ia terima dengan kondisi tak layak konsumsi. FOTO RADAR METRO/RNN

”Adanya beras kualitas kurang bagus disebabkan beras yang disalurkan oleh Bulog adalah stok 2016 dengan kemasan 15 kg dan akan digantikan dengan stok 2017 dengan kemasan 50 kg berkualitas medium,” papar Guntur.

Pada bagian lain, Trismi, warga Brajaasri I, Kecamatan Wayjepara, Lampung Timur (Lamtim), juga merasa kecewa dengan rastra yang dibagikan. ’’Ini sudah nggak layak lagi. Ini sama saja dengan pakan ternak, ya kan?” keluhnya sembari menunjukkan beras kualitas buruk itu kepada wartawan.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Trismi, beras jatah raskin kualitas buruk tersebut sudah berlangsung empat bulan belakangan. “Bukan hanya kali ini saja, tapi sudah beberapa kali beras jatah ini keluar, sekitar empat bulan belakangan ini beras yang kami terima seperti itu,” katanya.

Untuk itu, dia mengolah beras itu menjadi tepung beras sehingga dapat dimakan dengan layak. “Kalau kayak begini, ya kita giling berasnya jadikan tepung beras biar bisa dimakan enak. Kalau mau dimasak langsung jadi nasi, lihat berasnya saja kuning begini, bagaimana kalau sudah dimasak coba?” kata Trismi.

Beras dengan kualitas buruk tersebut bukan hanya dia yang mendapat, namun merata. “Teman-teman lainnya sama, saudara saya juga sama berasnya seperti itu,” sambungnya.

Trismi mengatakan, jika beras jatah selanjutnya masih berkualitas buruk, maka ia akan menolak beras tersebut. Karena, sangat tidak layak untuk dikonsumsi. (rnn/c1/dna)

 


Pemerintah Kabupaten Lampung Utara akhirnya mengadakan pertemuan dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News