Selasa, 20 Agustus 2019 – 05:36 WIB

Pemerintah Dorong BUMN Lakukan Buy Back

Sabtu, 20 September 2008 – 12:34 WIB
Pemerintah Dorong BUMN Lakukan Buy Back - JPNN.COM

JAKARTA - Harga saham perusahaan pelat merah yang masih undervalued harus dimanfaatkan untuk melakukan aksi pembelian kembali (buy back). Menurut Men BUMN Sofyan Djalil, perusahaan pelat merah yang listed di bursa harus segera mengalkulasi kemampuan keuangan untuk melakukan buy back. Terutama, BUMN-BUMN yang punya dana besar.

''Akan ada pembicaraan (dengan para BUMN) soal itu. Nanti, yang memutuskan kan RUPSLB,'' ujar Sofyan seusai RUPSLB PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk di Jakarta, Jumat (19/9). Untuk kepentingan itu, pihaknya akan mengundang BUMN terkait.

Sofyan menyebut, aksi buy back harus dilakukan di tengah kondisi pasar saat ini yang sedang menuju tahap pemulihan. Tapi, harga saham BUMN masih undervalued. ''Coba lihat, masak Antam (PT Aneka Tambang Tbk) harganya sempat sangat murah. Kini saatnya bagi BUMN-BUMN,'' katanya.

Antam adalah salah satu BUMN yang harga sahamnya terus terkoreksi, hingga sempat menembus Rp 900. Tapi, kini sahamnya mulai merangkak naik karena sentimen buyback. Kemarin, saham emiten berkode ANTM itu menguat Rp 90 dan ditutup Rp 1.550.

Namun, Sofyan mengatakan, aksi buy back hanya dilakukan BUMN-BUMN yang punya dana besar. Jadi, likuiditasnya terjaga tanpa mengganggu rencana bisnis BUMN tersebut jika dananya digunakan untuk buy back.

Nantinya, kata dia, saham yang sudah dibeli kembali, yang lantas menjadi treasury stock, bisa dijual lagi kalau BUMN bersangkutan membutuhkan dana. Jumlah BUMN yang melantai di bursa saat ini ada 14 perusahaan.

Terpisah, Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rinaldi Firmansyah mengatakan, pihaknya memang mengagendakan aksi buy back. ''Kita akan lakukan dengan nilai Rp 3 triliun untuk jangka waktu 18 bulan,'' kata Rinaldi kemarin. Saat ini, jelas Rinaldi, prosesnya berjalan. ''Sekarang sudah di atas Rp 300 miliar. Ikutin saja,'' lanjutnya. Harga saham emiten berkode TLKM itu kemarin naik Rp 200 ke posisi Rp 6.900.

Dirut PT Aneka Tambang Tbk Alwinsyah Loebis mengatakan, buy back diharapkan mampu menahan penurunan saham perusahaan yang dipimpinnya. ''Kita sudah minta advisor menghitung keperluan itu (buy back, Red),'' ujarnya. Harga dan volumenya belum bisa ditentukan. ''Yang jelas, kas internal kita masih memadai (untuk buy back),'' katanya.

Saham Antam saat ini terus merosot. Kapitalisasi pasarnya di kisaran Rp 9,7 triliun ketika indeks menyentuh level terendah awal pekan ini. Padahal, saat indeks di posisi tertinggi tahun ini pada 9 Januari lalu (2.830,26), kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 42,4 triliun.

Dirut BEI Erry Firmansyah beberapa kali meminta agar emiten, baik BUMN dan swasta, melakukan buy back. Menurut dia, aksi buy back akan mampu menahan laju jebloknya saham. ''Buy back akan bisa menggairahkan kembali pergerakan indeks,'' kata Erry.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 104 poin (5,8 persen) pada perdagangan kemarin menuju level 1.891,73. Indeks LQ-45 melonjak 26,77 poin (7,42 persen) menuju posisi 387,5. Transaksi harian menembus Rp 7 triliun. Itu berarti melampaui rrata-rata transaksi sepanjang tahun ini sekitar Rp 5 triliun.(eri/bas)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar