Pemerintah Kucurkan Rp 60 Miliar untuk BSN

Pemerintah Kucurkan Rp 60 Miliar untuk BSN
Pemerintah Kucurkan Rp 60 Miliar untuk BSN
BANDUNG - Pemerintah menjadikan program Gerakan Standar Nasional Indonesia, terutama dalam bidang pembangunan infrastruktur, sebagai salah satu perhatian utama. Untuk itulah, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2010, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 60 miliar untuk Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Kepada wartawan kemarin di Bandung, Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian Eddy Abdurrahman menyatakan, BSN merupakan salah satu strategi pemerintah meningkatkan kualitas produksi dalam negeri. "Kita berikan dukungan pada BSN, sekaligus sebagai strategi menghadapi perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN dan China dengan meningkatkan produk nasional berdaya saing," katanya.

Dijelaskan Edy, saat ini telah ada 97 produk dalam negeri yang telah lulus uji SNI. Di antaranya adalah produk dari baja seperti helm, elektronik, lampu hemat energi (LHE), hingga kimia dan semen. Sebelumnya, BSN kata Edy hanya mengajukan anggaran sebesar Rp 34 miliar.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala BSN Bambang Setiadi mengaku bersyukur, karena pemerintah malah mengalokasikan dana hampir dua kali lipatnya, yakni Rp 60 miliar. Sehingga, pada penerapannya nanti, Rp 35 miliar dialokasikan untuk program Gerakan SNI, sedang sisanya Rp 25 miliar diberikan kepada stakeholder yang akan mengembangkan syarat mutu. "Kami telah siap untuk menerapkan standarisasi yang mampu bersaing menghadapi ACFTA," katanya. (afz/jpnn)

BANDUNG - Pemerintah menjadikan program Gerakan Standar Nasional Indonesia, terutama dalam bidang pembangunan infrastruktur, sebagai salah satu perhatian


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News